Tampilkan postingan dengan label Career Plan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Career Plan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Desember 2010

PT MNC Life Assurance (MNC Life)

PT MNC Life Assurance (MNC Life) sepenuhnya dimiliki oleh PT Bhakti Capital Indonesia\a Tbk., salah satu pemimpin di pasar investasi dan jasa keuangan di Indonesia. MNC Life memasarkan serangkaian lengkap produk asuransi jiwa melalui sistem multi-jalur distribusi, dengan jajaran agen sebagai unit usaha utama. Demi mendukung komitmen kami dalam menyediakan produk-produk dan layanan-layanan inovatif dan kompetitif, MNC Life membuka info lowongan kerja sebagai:
Kriteria yang dibutuhkan:

  • Minimal lulusan D3 universitas dalam dan luar negeri
  • Mempunyai pengalaman sebagai Agent Asuransi (wajib)
  • Berusia 26 – 35 tahun
  • Memiliki net work dan data base yang baik
  • Mempunyai kemampuan merekrut
  • Mempunyai motivasi pribadi yang tinggi dan komitmen yang kuat untuk pencapaian karir dan goal pribadi
  • Memiliki penampilan yang menarik
  • Memiliki kemampuan berkomunikasi dan berpresentasi
  • Memiliki jiwa leadership yang kuat dan mampu berpikir secara “analytical”
Benefit yang diperoleh:

  • Mendapatkan allowance
  • Mendapatkan Over riding 40%
  • Opportunity for rewards
  • Mendapatkan perjalanan Internasional
  • Jenjang karir yang “excellent”
  • Mendapatkan training dengan standar Internasional

Senin, 20 Desember 2010

PT, ALTRAK 1978

Info Lowongan Kerja, DIBUTUHKAN SEGERA

HSE Staff

Kualifikasi Info Lowongan :
  • Pria, usia 23 - 28 thn
  • S1 Fak.Tek.Mesin atau Listrik, IPK minimal 3,0
  • Memiliki kemampuan bahasa Inggris Lisan dan Tulisan secara lancar
  • Mampu mengoperasikan komputer

Rabu, 15 Desember 2010

PT. NUSANTARA INSAN CEMERLANG

DIBUTUHKAN SEGERA
Sedang dibuka Info Lowongan Kerja Kami merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang Advertising Jasa & Produksi, mencari kandidat untuk posisi sebagai berikut : 

Creative & Design
Requirement : Info Lowongan
  • Pria usia 22 -35 tahun
  • Pendidikan D3/S1 Desain
  • Pengalaman di bidangnya minimal 1 tahun (Fresh Graduate silahkan apply)
  • Mampu bekerja secara tim dan individu
  • Menguasai aplikasi komputer desain (corel, photoshop, 3D max) dan internet
  • Mampu bekerja dengan batas waktu
  • Bersedia ditempatkan diseluruh kantor cabang bila diperlukan


Lamaran ditujukan ke : nice_hrd@yahoo.com

PT, NUSANTARA INSAN CEMERLANG

DIBUTUHKAN SEGERA

Kami merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang Advertising Jasa & Produksi, membuka 
info lowongan kerja mencari kandidat untuk posisi sebagai berikut :

Manager Produksi
Requirement :
  • Pria Usia maksimum 35 Tahun
  • Pendidikan minimum S1, dan lebih diutamakan dari jurusan Teknik Industri dan Teknik Sipil
  • Menguasai teori dan praktek dalam bidang Proses produksi, bahan matrial produksi, dan Rencana Anggaran Biaya produksi.
  • Memiliki pengalaman kerja minimum 5 tahun dengan posisi sebagai staff produksi
  • Memiliki pengalaman sebagai leader / Supervisor minimum 2 tahun untuk membawahi staff produksi
  • Lebih disukai latar belakang dari perusahaan Developer, Kontraktor, Garment, atau Distribusi.
  • Menyukai pekerjaan yang tidak diukur dari waktu tapi  berdasarkan penyelesaian proyek dan berorientasi kepada hasil.
  • Memiliki jiwa leadership yang tinggi dan independent.
  • Info lowongan

Lamaran ditujukan ke : nice_hrd@yahoo.com

Kamis, 09 Desember 2010

ENAM LANGKAH SUKSES MENITI KARIR

Tak seorang pun karyawan yang tak ingin sukses. Semua pasti ingin memiliki jenjang karir yang menjanjikan masa depan cerah. Untuk meraihnya, tentu saja dibutuhkan usaha dan pengorbanan yang cukup besar
Beberapa tip berikut, mungkin dapat membantu Anda mencapai jenjang karir yang diinginkan: loker
  1. Berdedikasi tinggi. Untuk mewujudkan cita-cita akan karir yang terus berkembang, diperlukan daya juang dan dedikasi pada perusahaan yang tinggi. Usahakan jangan berdedikasi jika hanya ingin mendapatkan promosi jabatan semata. Lakukan semua pekerjaan dengan disiplin yang tinggi. Bila perlu disertai dengan prestasi yang menonjol di bidang yang Anda geluti.
  2. Berinisiatif. Jangan ragu untuk melontarkan ide dan inisiatif. Tunjukkan pula hasil karya penyelesaian tugas, kerja sama dan komunikasi yang memuaskan semua pihak.
  3. Menambah ilmu dan pengalaman. Tingkatkan kepercayaan diri dengan memperbanyak ilmu dan keterampilan yang relevan dan signifikan agar dapat memberikan hasil karya yang memuaskan.
  4. Tidak gagap teknologi. Di zaman yang serba canggih ini, ada baiknya jika Anda menguasai teknologi internet, penggunaan software tertentu dalam proses bisnis diperusahaan, dan teknologi yang relevan dengan kompetensi khusus.
  5. Jalin kerja sama dengan unit-unit terkait. Pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari pasti terkait dengan unit bisnis lainnya. Oleh karena itu ada baiknya jika Anda menunjukan sikap bersahabat, serta menghargai bantuan atau karya orang lain. Lakukan juga hubunga komunikasi yang baik dengan sesama bawahan maupun atasan. Jangan lupa untuk mengucapkan kata terima kasih atas bantuan dan kerja sama mereka.
  6. Selalu menjaga sikap. Sebuah perusahaan yang berkualitas tentunya menuntut karyawannya untuk selalu menjaga penampilan diri, serta kesopanan dalam tutur kata. Ada baiknya jika Anda selalu menyesuaikan cara berpakaian dengan budaya perusahaan yang berlaku. Terlebih sikap ramah, tersenyum, dan sopan yang selalu ditunjukkan dalam perilaku kerja.
lowongan

Senin, 06 Desember 2010

Menembus Dinding bosan

Anda sering malas-malasan bangun pagi dan enggan menyiapkan diri
berangkat ke kantor? Atau, Anda suka datang terlambat, makan siang
berlama-lama, dan selalu tak sabar me-nunggu jam pulang kantor? Jika hal
itu sudah berlangsung lama, mungkin itu pertanda Anda sudah bosan bekerja.
Anda sudah ingin berhenti bekerja, masalahnya, keadaan eko-nomi keluarga
tak memungkinkan. Boleh jadi, suami Anda seorang konsultan lepas, yang
tak berpenghasilan tetap. Jadi, Anda harus ?mengimbangi? dengan
penghasilan yang pasti. Atau, suami didera sakit panjang sehingga tak
bisa ikut menafkahi keluarga. Alasan lain, Anda orang tua tunggal yang
harus menjadi tulang punggung keluarga. Sementara Anda yang lajang,
mungkin harus membantu keuangan orang tua. Semua kondisi itu tak memberi
pilihan lain kecuali Anda harus tetap bekerja.
Tapi, bukan berarti Anda hanya bisa diam dan menjalani kerja lowongan dengan
terseok-seok. Banyak cara, kok, menembus dinding kebosanan. Cermati
penyebab rasa bosan, lalu temukan jalan keluar yang tepat.

BOSAN SUASANA KANTOR
Jika profesi atau posisi di kantor jarang –atau sama sekali tidak–
memungkinkan Anda ?melihat? dunia luar, wajar jika Anda bosan. Hari demi
hari yang Anda jumpai adalah meja kerja, perangkat komputer, serta
ruangan dengan dekorasi monoton. Belum lagi tumpukan map berisi
tugas-tugas senada yang harus Anda selesaikan hari demi hari.
SOLUSI:
Jika Anda seorang sekretaris atau akuntan, berkreasilah dengan meja
kerja Anda. Pasang foto dari orang-orang yang Anda sayangi, pasang
screen saver bergambar selebriti idola Anda, atau mousepad bergambar
hewan menggemaskan kesukaan Anda.
Tak ada salahnya pula meletakkan hiasan meja atau suvenir yang
mengingatkan Anda pada saat-saat berlibur yang menyenangkan, atau
tanaman hias mungil yang menyegarkan pandangan. Dengan catatan, profesi
Anda tidak memungkinkan klien datang langsung ke meja Anda. Karena, meja
kerja yang terlalu banyak ?sentuhan pribadi? pemiliknya, bisa mengurangi
kesan profesional.
DILEMA KOMUTER
Kantor Anda di wilayah lowongan di Jakarta Barat, sementara rumah Anda di Cibubur,
di Timur Jakarta, mau tak mau Anda harus selalu berangkat pagi-pagi
sekali dan pulang saat matahari sudah tenggelam. Belum lagi rasa sebal
saat menghadapi kemacetan panjang di jalan tol atau kemacetan di
beberapa tempat di dalam kota.
SOLUSI:
Putar lagu-lagu favorit selama dalam perjalanan. Atau, jika Anda tidak
menyetir mobil sendiri, baca novel atau m-ajalah kesukaan Anda. Sesekali
ajak teman yang belum pernah An-da ajak sebelumnya untuk bersama-sama
berangkat ke kantor. Sambil berkendara, Anda bisa mengobrol. ?Kita bisa
mendengarkan cerita baru yang menarik dan tak terduga. Perjalanan tidak
akan membosankan jadinya, kata Rima.
Jalan keluar lain, ubah waktu maupun rute bepergian. Jika berangkat
setengah jam lebih lambat hanya membuat perbedaan waktu 5 menit tiba di
kantor, tak ada salahnya Anda undur keberangkatan Anda. Atau, pelajari
beberapa rute alternatif, dan pilihlah secara bergantian setiap hari.
Dengan begitu, Anda tak perlu melihat pemandangan yang sama dari hari ke
hari.
TERTEKAN BEKERJA DIBAWAH SUPERVISI
Bagi Anda yang sangat independen, bekerja di bawah supervisi bisa sangat
tidak menyenangkan. Anda sangat menyukai kebebasan berkreasi, sehingga
penugasan dari atasan membuat Anda merasa tertekan, karena selalu harus
menuruti perintah.
SOLUSI:
Jika Anda masih ingin mempertahankan posisi Anda, cobalah memulai untuk
menyempurnakan pola pikir. ?Ketimbang melihat atasan sebagai ?sang
pengatur? dan ?penguasa?, lihatlah atasan sebagai teman Anda dalam
menuju kesuksesan. Dengan begitu, Anda bisa menerima penugasan sebagai
sesuatu yang justru membebaskan Anda dalam berkarya, papar Rima.
Tapi, jika Anda sudah benar-benar tidak bisa lagi menerima penugasan
(dari siapa pun), mungkin Anda perlu mempertimbangkan alternatif untuk
menciptakan pekerjaan sendiri, berbisnis, misalnya. Tantangannya, Anda
harus punya keahlian un-tuk memasarkan diri sendiri serta membangun
jejaring. Dengan demikian, bisnis Anda terjamin kelanjutannya, dan
pendapatan Anda lumayan bisa diandalkan. >loker

Bekerja Senang Semua Jadi Ringan

Istilah I don?t like Monday begitu populer di kalangan pekerja.
Penyebabnya, apa lagi kalau bukan rasa malas yang mendera saat harus
kembali ke kantor, setelah menikmati libur akhir pekan yang
menyenangkan. Padahal, kalau mau sedikit usaha, bekerja pun bisa sangat
menyenangkan. Sehingga, apa pun pekerjaan Anda, akan terasa ringan.
Mengapa tidak mulai dari sekarang?
AGAR JAUH DARI RASA BOSAN
* Temukan hal-hal baru terus-menerus.
Bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mengubah lay-out meja
kerja, mengganti penampilan dan gaya busana, atau meminta
tugas-tugas/tanggung jawab baru kepada atasan.
* Terus belajar
Pelajari hal-hal baru dalam pekerjaan. Jika memungkinkan, ajukan
permintaan untuk mengikuti pelatihan atau kursus. Belajar akan
meningkatkan rasa percaya diri dan kesanggupan Anda untuk
melakukan tugas yang lebih menantang.
* Kreatif dan proaktif
Cari ide-ide segar untuk memperindah pekerjaan Anda atau
memberikan masukan untuk tim kerja. Buat juga target kerja yang
jelas dan menantang. Jika Anda berhasil mencapai target, beri
hadiah untuk diri sendiri.
* Alokasikan waktu untuk diri sendiri
Hidup hanya untuk pekerjaan, akan mudah memicu kebosanan. Lakukan
kegiatan yang Anda sukai sebelum berangkat kerja, seperti
mendengarkan musik atau berolahraga untuk menciptakan mood
positif. Jika perlu, ambil liburan atau cuti.

Karier Meroket berkat Bahasa Asing Kedua

Di zaman globalisasi seperti sekarang, kemampuan berbahasa asing menjadi
salah satu ?senjata? andalan untuk ?menaklukkan? dunia. Nah, bagaimana
kiat menyiapkan diri dari persaingan yang makin kompetitif di dunia
loker dan bahasa asing mana sajakah yang patut dikuasai untuk memuluskan
jenjang karier?
DISESUAIKAN PILIHAN KARIR
Sylvina Savitri, konsultan dari Experd, mengatakan, penguasaan bahasa
asing kini memiliki nilai yang sangat penting untuk mendongkrak kemajuan
karier. Apalagi posisi manajerial kini banyak didominasi oleh
ekspatriat. Otomatis mereka yang kemampuan bahasa asingnya bel­epotan,
panas dingin dan cenderung bengong jika harus bertemu muka dengan bos
atau mitra bisnis dari negara lain.

Sylvina mengakui, di era persaingan kerja lowongan yang kompetitif ini, seseorang
yang menguasai bahasa asing ?populer? dan bernilai jual tinggi, otomatis
memiliki peluang lebih besar dalam mendapat panggilan kerja dibandingkan
sesama rekannya yang memilliki latar belakang pendidikan serupa.
Karyawan yang mahir berbahasa asing kedua, terutama bahasa-bahasa Asia,
juga berpeluang besar untuk dikirim perusahaan mengikuti pelatihan di
luar negeri. Siapa pun tahu, perkembangan ekonomi dan pendidikan di Asia
seperti di Jepang, Cina, India, serta banyaknya perusahaan Jepang
berekspansi ke Indonesia, ki­ni menyebabkan banyak perusahaan
multinasional lebih suka me­ngirim karyawannya training di Jepang,
Korea, ataupun Cina.
Kemahiran ini juga membuka peluang besar bagi karyawan per­usahaan
multinasional untuk ditempatkan di cabang-cabang di negara asing Asia
lainnya. Karyawan yang mahir berbahasa asing biasanya juga disayang bos,
karena tidak malu-maluin jika diajak meeting dengan mitra bisnis dari
luar negeri.
Walau iming-iming ini terdengar menggiurkan, Anda ternyata tak bisa
sembarangan memilih bahasa asing kedua yang ingin dipelajari. Lincoln
Taylor, manajer dari Berlitz Language Center, mengatakan, pilihan itu
sebaiknya disesuaikan dengan jenis lowongan kerja di surabaya . ?Jangan mentang-mentang
merasa bahasa x terdengar eksotis, lantas tanpa berpikir panjang,
langsung mendaftarkan diri ikut kursus. Kalau Anda memang hobi
traveling, ingin jadi penerjemah atau berkarier di kedutaan, memang
tidak jadi soal. Tapi, kalau tidak kan sayang waktu dan uang yang
terbuang. Lebih baik ji­ka dipergunakan untuk belajar bahasa yang
menunjang profesi Anda.?
TIGA BAHASA MASA DEPAN
Ada tiga bahasa kuat yang tampaknya akan makin populer di hari esok,
yakni Mandarin, Jepang, dan Jerman. Chew Say Loo, Vice President CNI,
sebuah perusahaan MLM, yang kebetulan juga seorang ekspatriat dari
Malaysia, dengan tegas mengatakan, bahasa Mandarin adalah bahasa kedua
yang harus dikuasai setelah bahasa Inggris. Bahasa ini diyakininya
membuka kesempatan berkarier di luar negeri, khususnya di Asia. Apalagi
negara-negara seperti Cina, Hong Kong, Taiwan, dan Singapura kini sedang
giat-giatnya melirik dan mempekerjakan tenaga kerja asing, termasuk WNI.
Pernyataan serupa juga muncul dari Catherine Keng, presenter berita
Metro Xinwen. ?Seseorang minimal harus menguasai dua bahasa asing,
supaya bisa bertahan dan laku di pasar kerja Asia, yakni Inggris dan
Mandarin. Buktinya, saya sering dimintai tolong mencarikan karyawan yang
fasih berbahasa Mandarin oleh berbagai perusahaan.?
Bahasa Jepang juga tak kalah penting. Walau Jepang kini tak lagi
menguasai perekonomian Asia, masih banyak perusahaan Jepang tetap
menanamkan investasinya di Indonesia. Bagi Jepang, Indonesia tetap
merupakan pasar yang amat besar bagi produk dan teknologi yang mereka
kembangkan. ?Paling tidak kesempatan diterima di perusahaan Jepang yang
menjanjikan imbalan dan jenjang karier yang jelas.akan terbuka lebar,
jika Anda menguasai basic bahasa Jepang. Bukan tidak mungkin Anda bisa
terpilih mengikuti pelatihan di Negeri Sakura. Bahasa Jepang juga tetap
favorit dipelajari karena melesatnya perkembangan fashion dan dunia
animasi Jepang,? kata Lincoln, berpendapat.
Maulina Rahmawati, direktur bagian bahasa di Berlitz Language Center,
berpendapat, masih ada satu bahasa lain yang menyimpan potensi di masa
depan, yakni bahasa Jerman. Jerman memang raja teknologi di kawasan
Eropa dan banyak membuka pe­luang kerja bagi WNI.
Kemampuan berbahasa asing yang populer ternyata tak hanya dapat
memuluskan karier, tetapi juga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan
meningkatkan kualitas hidup. Chew, yang fasih berkomunikasi dalam 3
bahasa: Inggris, Mandarin, dan Melayu (plus dialek bahasa Cina-Hokkian),
merasakan sendiri manfaatnya. ?Dengan modal tiga bahasa tersebut, saya
tak perlu merasa waswas ditempatkan di pelosok dunia mana pun. Saya bisa
mingle dan nyambung dengan penduduk lokal Dari sisi sosialisasi, karier,
dan berkomunikasi, saya merasa bisa bersaing dengan siapa pun,? katanya.

Menembus Dinding Kebosanan

Anda sering malas-malasan bangun pagi dan enggan menyiapkan diri
berangkat ke kantor? Atau, Anda suka datang terlambat, makan siang
berlama-lama, dan selalu tak sabar me-nunggu jam pulang kantor? Jika hal
itu sudah berlangsung lama, mungkin itu pertanda Anda sudah bosan bekerja.
Anda sudah ingin berhenti bekerja, masalahnya, keadaan eko-nomi keluarga
tak memungkinkan. Boleh jadi, suami Anda seorang konsultan lepas, yang
tak berpenghasilan tetap. Jadi, Anda harus ?mengimbangi? dengan
penghasilan yang pasti. Atau, suami didera sakit panjang sehingga tak
bisa ikut menafkahi keluarga. Alasan lain, Anda orang tua tunggal yang
harus menjadi tulang punggung keluarga. Sementara Anda yang lajang,
mungkin harus membantu keuangan orang tua. Semua kondisi itu tak memberi
pilihan lain kecuali Anda harus tetap bekerja.
Tapi, bukan berarti Anda hanya bisa diam dan menjalani kerja lowongan dengan
terseok-seok. Banyak cara, kok, menembus dinding kebosanan. Cermati
penyebab rasa bosan, lalu temukan jalan keluar yang tepat.

BOSAN SUASANA KANTOR
Jika profesi atau posisi di kantor jarang –atau sama sekali tidak–
memungkinkan Anda ?melihat? dunia luar, wajar jika Anda bosan. Hari demi
hari yang Anda jumpai adalah meja kerja, perangkat komputer, serta
ruangan dengan dekorasi monoton. Belum lagi tumpukan map berisi
tugas-tugas senada yang harus Anda selesaikan hari demi hari.
SOLUSI:
Jika Anda seorang sekretaris atau akuntan, berkreasilah dengan meja
kerja Anda. Pasang foto dari orang-orang yang Anda sayangi, pasang
screen saver bergambar selebriti idola Anda, atau mousepad bergambar
hewan menggemaskan kesukaan Anda.
Tak ada salahnya pula meletakkan hiasan meja atau suvenir yang
mengingatkan Anda pada saat-saat berlibur yang menyenangkan, atau
tanaman hias mungil yang menyegarkan pandangan. Dengan catatan, profesi
Anda tidak memungkinkan klien datang langsung ke meja Anda. Karena, meja
kerja yang terlalu banyak ?sentuhan pribadi? pemiliknya, bisa mengurangi
kesan profesional.
DILEMA KOMUTER
Kantor Anda di wilayah loker di Jakarta Barat, sementara rumah Anda di Cibubur,
di Timur Jakarta, mau tak mau Anda harus selalu berangkat pagi-pagi
sekali dan pulang saat matahari sudah tenggelam. Belum lagi rasa sebal
saat menghadapi kemacetan panjang di jalan tol atau kemacetan di
beberapa tempat di dalam kota.
SOLUSI:
Putar lagu-lagu favorit selama dalam perjalanan. Atau, jika Anda tidak
menyetir mobil sendiri, baca novel atau m-ajalah kesukaan Anda. Sesekali
ajak teman yang belum pernah An-da ajak sebelumnya untuk bersama-sama
berangkat ke kantor. Sambil berkendara, Anda bisa mengobrol. ?Kita bisa
mendengarkan cerita baru yang menarik dan tak terduga. Perjalanan tidak
akan membosankan jadinya, kata Rima.
Jalan keluar lain, ubah waktu maupun rute bepergian. Jika berangkat
setengah jam lebih lambat hanya membuat perbedaan waktu 5 menit tiba di
kantor, tak ada salahnya Anda undur keberangkatan Anda. Atau, pelajari
beberapa rute alternatif, dan pilihlah secara bergantian setiap hari.
Dengan begitu, Anda tak perlu melihat pemandangan yang sama dari hari ke
hari.
TERTEKAN BEKERJA DIBAWAH SUPERVISI
Bagi Anda yang sangat independen, bekerja di bawah supervisi bisa sangat
tidak menyenangkan. Anda sangat menyukai kebebasan berkreasi, sehingga
penugasan dari atasan membuat Anda merasa tertekan, karena selalu harus
menuruti perintah.
SOLUSI:
Jika Anda masih ingin mempertahankan posisi Anda, cobalah memulai untuk
menyempurnakan pola pikir. ?Ketimbang melihat atasan sebagai ?sang
pengatur? dan ?penguasa?, lihatlah atasan sebagai teman Anda dalam
menuju kesuksesan. Dengan begitu, Anda bisa menerima penugasan sebagai
sesuatu yang justru membebaskan Anda dalam berkarya, papar Rima.
Tapi, jika Anda sudah benar-benar tidak bisa lagi menerima penugasan
(dari siapa pun), mungkin Anda perlu mempertimbangkan alternatif untuk
menciptakan pekerjaan sendiri, berbisnis, misalnya. Tantangannya, Anda
harus punya keahlian un-tuk memasarkan diri sendiri serta membangun
jejaring. Dengan demikian, bisnis Anda terjamin kelanjutannya, dan
pendapatan Anda lumayan bisa diandalkan.

Minggu, 05 Desember 2010

Pentingkah Kontrak kerja?

Jika diberi pilihan loker, tentunya Anda lebih memilih mengambil kesempatan
menjadi karyawan tetap ketimbang berstatus kontrak. Tak bisa dipungkiri,
sebagai karyawan permanen di suatu perusahaan, umumnya memang memiliki
sederet keuntungan, seperti jenjang karier jelas, penghasilan tetap,
tunjangan kesejahteraan (termasuk asuransi kesehatan), bahkan bonus
tahunan.
Namun, ternyata, tak selamanya karyawan kontrak dirugikan! Jika cerdas
menangkap peluang emas, dan tak bosan mengasah potensi diri, Anda justru
bisa berada pada posisi yang ?diburu? perusahaan, dengan penawaran
penghasilan lebih tinggi dibandingkan pegawai tetap.
Karena kepiawaiannya melakukan alih bahasa Indonesia ke bahasa Jepang
secara lisan, dan sebaliknya, Fira (29) dipekerjakan dengan status
kontrak oleh sebuah perusahaan besar Jepang yang baru beroperasi di
Jakarta. Sebagai interpreter (penerjemah lisan) di perusahaan tersebut,
ia diminta menjadi jembatan komunikasi antara tenaga ahli Jepang dan
karyawan lokal. ?Meski hanya dikontrak kerja selama setahun, gaji yang
ditawarkan menggiurkan!? ucapnya.

Keahlian seseorang dalam bidang tertentu, sebagai contoh Fira, menurut
Sylvina Savitri, konsultan karier dari Experd, memang merupakan salah
satu alasan perusahaan mempekerjaan pegawai kontrak. Biasanya,
perusahaan sedang membutuhkan tenaga ahli untuk menangani suatu
pekerjaan khusus untuk jangka waktu tertentu. Terutama jika tenaga ahli
tersebut tidak dimiliki perusahaan.
Selain itu, tingkat beban kerja tinggi pada waktu-waktu tertentu (bisa
berupa proyek yang ditangani karyawan perusahaan atau pekerjaan
reguler), juga merupakan alasan lain perusahaan membuka kerja lowongan
bagi pegawai kontrak. ?Ketimbang menerima karyawan baru, lebih baik
menyewa karyawan berstatus kontrak, yang masa kontraknya dapat
ditentukan hingga beban kerja mulai berkurang. Tentunya lebih
menguntungkan perusahaan, ?kan??
Sylvina menguraikan, kondisi kebanyakan perusahaan yang masih labil
karena krisis ekonomi juga menyebabkan kebutuhan atas pegawai kontrak
meningkat. Untuk efisiensi, perusahaan menggunakan jasa tenaga lepas
sehingga mendapatkan kemudahan dari segi administrasi hingga urusan
pekerjaan lain. Atau, ada juga perusahaan yang terus-menerus
memperpanjang kontrak kerja pegawai masa percobaan. Padahal, semestinya
diangkat menjadi karyawan tetap usai kontrak berakhir. Tapi, dengan
dalih ?mengerem? pengeluaran perusahaan, mereka terus-menerus berstatus
kontrak.

Trik jitu meminta kenaikan gaji

Kadang-kadang kerja lowongan, dunia ini terasa kurang adil. Sementara pekerjaan kian
hari kian menggunung, hingga rasanya ?bernapas pun sulit?, eh kompensasi
yang diberikan tidak seberapa. Pantas, dong, kalau Anda panas hati.
Tapi, daripada menguras energi ngomel-ngomel di belakang, boleh saja
Anda berencana menuntut hak atas prestasi Anda. Nah, informasi dan
persiapan apa saja, sih, yang perlu diperhatikan sebelum mengajukan
permohonan bonus atau kenaikan gaji?
DATA LENGKAP & AKURAT
Menurut Sylvina Savitri, konsultan dari Experd, ada tiga langkah pokok
yang perlu dicermati.
Menyangkut sikon. Si pemohon harus peka dan pintar melihat waktu yang
tepat untuk mengajukan permintaan kenaikan gaji. Selain itu, pemohon
juga harus awas dengan kondisi finansial perusahaan.
Jadi, kapan, dong, situasi paling bijaksana mengajukan permohonan?
* Jawabnya, ketika Anda baru menuntaskan tugas penting dengan hasil
cemerlang. Pada saat ini, atasan biasanya bersikap lebih terbuka.
* Kedua, Anda harus menggali informasi sehingga dapat mengetahui
nilai jual diri di pasar internal maupun eksternal perusahaan.
* Ketiga, Anda harus menyusun catatan lengkap tentang kontribusi dan
prestasi yang sudah Anda lakukan atau peroleh.
Cantumkan juga data diri mengenai peningkatan kualifikasi diri yang Anda
dapatkan sejak gaji terakhir. Seperti, gelar master dan sertifikat
pelatihan yang diterima beberapa bulan lalu. K

PROSEDUR TERBAIK
Mengajukan permohonan kenaikan gaji pastinya harus dipikirkan
matang-matang, karena mengandung risiko dan konsekuensi. Karena itu,
evaluasi diri hukumnya wajib!
Sebenarnya, evaluasi diri apa saja yang perlu dilakukan? Menurut
Sylvina, pertama, si pemohon harus memfokuskan diri pada apa yang pantas
didapat, bukan yang dibutuhkan. Siapkan juga alasan yang mendukung.
Kedua, bersikap realistis. Anda harus memahami posisi atasan/organisasi.
Politik di kantor jangan dipandang sebelah mata, ada baiknya mengenali
perasaan atasan mengenai kenaikan gaji karyawan.
Langkah selanjutnya adalah menjadikan faktor kinerja sebagai dasar
permintaan kenaikan gaji. Anda juga tidak boleh lupa menekankan
kontribusi atau komitmen di masa depan bagi tim atau perusahaan.
Hindari  kalimat bernada mengancam.
Sebenarnya, situasi yang ideal adalah membiarkan atasan yang memegang
kendali. Hal ini menunjukkan kesan bahwa Anda mengapresiasi dirinya.
Anda tentunya tak ingin dicap bawahan yang lancang, ?kan?
lowongan kerja di surabaya
Setelah pertemuan dengan atasan berakhir, buatlah catatan yang berisi
poin-poin hasil diskusi Anda dengan atasan, hal-hal yang menjadi
kekuatan diri Anda seperti tugas atau proyek Anda yang cemerlang.
Kirimkanlah memo ini sebagai dokumentasi ke atasan. Jika Anda khawatir
akan sulit untuk menyampaikan hal-hal yang ingin Anda sampaikan saat
meeting, memo ini dapat pula dititipkan kepada sekretaris atasan atau
dikirimkan lewat jaringan e-mail.
loker

Rekan Kerja Menyebalkan? Tenang Dulu!

Biasanya, dalam dunia kerja Anda disibukkan dengan persoalan atasan-bawahan. Keluh kesah, bahkan kekecewaan terhadap sikap atasan yang tak sesuai dengan hati nurani menjadi topik utama sehari-hari. Yang justru sering terlupakan adalah bagaimana ketika rekan kerja bersikap tidak menyenangkan terahadap Anda.  >kerja lowongan
Seringnya, Anda tak menyadari akan hal itu.
Keadaan di kantor sepertinya baik-baik saja. Tetapi, dibelakang Anda ternyata ada seorang rekan kerja yang tega menjatuhkan kredibilitas kerja dan nama baik Anda.
Jika sudah begini, rasanya kerja jadi semakin tak menyenangkan. Keadaan kantor tak lagi nyaman, dan Anda merasa ingin segera hengkang, bukan? Sabar! Tunggu dulu! Berikut ini beberapa tips agar Anda tak terperangkap dalam dilema persoalan antara sesama rekan kerja yang tak menyenangkan:
1. TEMANMU ADALAH CERMIN DIRIMU
Bila Anda baru bergabung dalam suatu perusahaan baru, ada baiknya memilih rekan kerja yang bisa dijadikan sahabat baik. Karena, biar bagaimanapun dunia kerja adalah hutan belantara, yang anggotanya saling makan dan serang. Terutama bila keadaan tengah menjepit.
Seperti memilih sayuran dan buah segar dipasar, begitu pulalah Anda memilih rekan kerja yang dapat dijadikan sahabat atau teman baik. Jangan sampai, Anda memilih buah yang luarnya terlihat segar dan menarik, namun dalamnya ternyata sudah busuk.
2. SILENT IS GOLD
Hari gini, banyak orang justru berlomba-lomba mengemukakan pendapatnya. Pendapat untuk mengekspresikan kemampuan dirinya agar “terlihat” oleh orang lain. Namun, seringkali kiat untuk “berteriak” ini menjadi bumerang bagi diri sendiri. Dan terkadang, ucapan atau lontaran perkataan dan pendapat Anda akan berbalik menyerang diri sendiri.
Oleh karena itu, berhati-hatilah sebelum Anda bicara. Apalagi, untuk menyampaikan curhatan hati tentang situasi kantor atau keluhan terhadap atasan di kantor pada rekan kerja Anda. Sebaiknya, jadilah pendengar yang baik saja. Menampung terkadang lebih baik daripada mengumbar kata, bukan?
3. MULUTMU HARIMAUMU
Biasanya, bila rekan kerja berkeluh kesah pada diri Anda mengenai keadaan kantor, Anda bisa terpancing untuk urun pendapat dan menyampaikan apa yang menurut Anda benar, serta saran yang dapat diterapkan oleh rekan kerja tadi. Ingat, terkadang mulut manis diujungnya ada racun yang siap dikeluarkan sewaktu-waktu, terutama dalam kondisi kepepet. Jangan sampai, apa yang Anda sampaikan (meski maksudnya baik), digunakan oleh rekan kerja untuk menjatuhkan karier Anda di depan atasan.
4. SAY NO TO GOSSIP!
Tenangkan diri dan jernihkan pikiran Anda. Jangan sampai terperangkap oleh rekan kerja yang secara tak langsung mengajak Anda untuk bergosip di lingkungan kantor. Memang, bergosip itu sangat menyenangkan. Hanya saja harus diperhatikan, untuk urusan kantor, itu sangatlah berbahaya! Dan, bergosip bukanlah tindakan terpuji sebagai manusia.
5. JADILAH DIRI SENDIRI
Terkadang, Anda begitu senang untuk menjadi orang lain. Mengagumi rekan kerja atau atasan sendiri, dan berusaha menjiplak segala hal perilaku dari orang-orang tadi lalu larut dalam lingkaran pergaulan yang negatif, penuh gosip, juga intrik.
Berhentilah menjadi diri orang lain! Jadilah diri Anda sendiri. Karena, setiap manusia diciptakan dengan keunikan dan kelebihannya masing-masing. Temukan nilai-nilai lebih dari diri Anda, gunakan hal itu dalam lingkungan pergaulan di kantor, sebagai usaha untuk meningkatkan potensi diri dan menghasilkan kontribusi positif bagi perusahaan.
6. BERPIKIR POSITIF
Bila Anda telah dijatuhkan oleh rekan kerja, dengan cara ia menusuk dari belakang, jangan membalas dengan cara yang sama. Karena, Anda akan sama saja dengannya. Selalulah berfikir positif dalam setiap perkara yang Anda hadapi. Jangan sampai jatuh ke dalam pikiran-pikiran negatif, yang pastinya akan sangat merugikan.
Tunjukkan saja itikad baik yang terus Anda berikan bagi kemajuan perusahaan, termasuk keseluruh rekan kerja Anda. Suskes sejatinya adalah ketika pencapaian yang Anda raih dibarengi dengan hati yang baik pula. Nah, buat apa sukses bila Anda kehilangan hati?
Jadi, selamat menjalani hari-hari penuh energi positif di lingkungan kerja Anda. >loker

Trik Menghadapi Rekan Kerja Culas

Dalam lingkungan kerja kita bertemu dengan berbagai karakter dari rekan kerja. Kita semua tentu ingin dapat mempercayai rekan kerja kita, tapi pada kenyataannya, ada orang-orang yang memang tidak dapat kita percaya.
Orang seperti ini, mungkin terus menyalahkan anda untuk pekerjaan yang kurang sempurna, mencari-cari kesalahan anda dan melaporkannya pada atasan. Jika anda menemui orang-orang dengan sifat seperti ini, coba beberapa tips di bawah ini untuk menghindarinya. >kerja lowongan
  1. Buat dokumen untuk semua pekerjaan yang anda lakukan. Jika anda dan rekan kerja semacam ini diminta untuk jadi tim, buat dokumen untuk penugasan yang jadi tanggung jawab anda. Kirim e-mail atau memo pada partner ini soal porsi pekerjaan yang anda tangani. Simpan e-mail atau memo ini di file pribadi anda.
  2. Jika teman kerja anda ini menuduh anda memalsukan tanggal e-mail, buatkan copy dari e-mail tersebut. Dengan cara ini, rekan anda ini tahu ada salinan dari surat resminya.
  3. Jika rekan kerja yang tak dapat dipercaya ini mendapat akses ke dalam pekerjaan anda, selalu up-date copy file dari pekerjaan itu untuk diri anda sendiri.
  4. Jangan berbagi informasi pribadi dengan rekan kerja yang semacam ini. Pertahankan percakapan dengannya hanya dalam batas profesional dan umum.
  5. Kunci lemari dan beri password pada file komputer anda. Jika ada informasi sensitif, seperti daftar klien, pastikan yang ini benar-benar aman.
Selain perlindungan-perlindungan di atas, untuk lebih amannya, jangan bergosip soal rekan kerja anda. Bisa jadi anda salah percaya orang dan malah memberi akses orang lain merusak karir anda. >loker

atasi rekan kerja yang tidak bisa dipercayaa

Dalam lingkungan kerja kita bertemu dengan berbagai karakter dari rekan kerja. Kita semua tentu ingin dapat mempercayai rekan kerja kita, tapi pada kenyataannya, ada orang-orang yang memang tidak dapat kita percaya. Orang seperti ini, mungkin terus menyalahkan Anda untuk pekerjaan yang kurang sempurna, mencari-cari kesalahan Anda dan melaporkannya pada atasan. Jika Anda menemui orang-orang dengan sifat seperti ini, coba beberapa tips di bawah ini untuk menghindarinya.
>kerja lowongan

11. Buat dokumen untuk semua pekerjaan yang Anda lakukan. Jika Anda dan rekan kerja semacam ini diminta untuk jadi tim, buat dokumen untuk penugasan yang jadi tanggung jawab Anda. Kirim e-mail atau memo pada partner ini soal porsi pekerjaan yang Anda tangani. Simpan e-mail atau memo ini di file pribadi Anda.
2. Jika teman kerja Anda ini menuduh Anda memalsukan tanggal e-mail, buatkan copy dari e-mail tersebut. Dengan cara ini, rekan Anda ini tahu ada salinan dari surat resminya.
3. Jika rekan kerja yang tak dapat dipercaya ini mendapat akses ke dalam pekerjaan Anda, selalu up-date copy file dari pekerjaan itu untuk diri Anda sendiri.
4. Jangan berbagi informasi pribadi dengan rekan kerja yang semacam ini. Pertahankan percakapan dengannya hanya dalam batas profesional dan umum.
5. Kunci lemari dan beri password pada file komputer Anda. Jika ada informasi sensitif, seperti daftar klien, pastikan yang ini benar-benar aman.
Selain perlindungan-perlindungan di atas, untuk lebih amannya, jangan bergosip soal rekan kerja Anda. Bisa jadi Anda salah percaya orang, dan malah memberi akses orang lain merusak karir Anda.
>loker 

Jumat, 03 Desember 2010

PT. JASA BOGA INDONESIA

PT. JASA BOGA INDONESIA
The Remote Site Camp Services Specialist.

Our group of companies currently is opening for this vacant:

Administration / Secretarial

Requirements: job vacancy indonesia
>vacancy

  • Female, Single Max 25 Thn
  • Minimum D3
  • Experience in Purchasing or Finance is preferable
  • Familiar with MS office and Software Accounting
  • Must be fluent in English ( Oral & Written )
  • Good looking and good interpersonal
  • Analytical and accurate
  • >employee 

For qualified candidates, please send your complete CV and recent photograph to:

jbi.jkt@jbi.co.id
For CV without Photos will not be processed.

Selasa, 30 November 2010

Masalah Utama Sulitnya Mendapatkan Pekerjaan

Ketika sudah bicara mencari pekerjaan, sepertinya tidak ada kesimpulan yang “wah” atau “TOP BGT”. Sebagian besar kita punya kesimpulan yang “aduuuh”. Hanya sedikit dari sekian ribu angkatan kerja pertahun yang punya kesimpulan “keren banget, TOP BGT”. Sampai-sampai ada guyonan banyak yang ijazahnya terbakar karena saking seringnya di-fotocopy untuk urusan melamar kerja, hi…hi…hi…
Saking sulitnya mencari kerja, hingga tidak sedikit yang akhirnya menyimpulkan bahwa mencari kerja ini adalah urusan nasib. Nasib di sini maksudnya adalah sebuah wilayah yang tak terjamahkan oleh prediksi. Mengapa pekerjaan itu sedemikian sulit ditemukan di negeri sendiri?  Kalau melihat ke lapangan, ada sedikitnya dua hal yang perlu disadari:
1. Faktor eksternal.
Untuk mendapatkan pekerjaan yang “asal kerja” saja ini memang sulit, apalagi yang benar-benar sesuai dengan background pendidikan. Ini lebih sulit lagi.  Sejumlah kesulitan itu disebabkan, antara lain:
a. Kondisi ekonomi secara makro sampai ke mikro,
b. Ketidakseimbangan pertumbuhan antara peluang kerja baru untuk lulusan baru dan jumlah lulusan baru (berlaku untuk daerah tertentu atau bidang tertentu),
c. Tingginya persyaratan yang ditetapkan perusahaan untuk tenaga baru,
d. Tingginya biaya kerja ke luar negeri bagi yang punya keinginan ke sana,
e. Jauhnya link-match antara yang diberikan lembaga pendidikan (supplier) dan yang diminta industri (demander),
f. Adanya KKN formal dan non-formal yang belum bisa dibersihkan secara tuntas dalam birokrasi swasta atau pemerintah untuk urusan penerimaan tenaga baru,
g. Model persaingan yang tidak jelas sebagai akibat dari pemerataan pembangunan yang belum optimal dilakukan pemerintah,
h. Lemahnya niat baik para pemilik peluang untuk menolong para pekerja baru (aturan normatif) atas nama sesama bangsa sendiri,
i. Dan lain-lain dan seterusnya.
2. Faktor internal
Karena menghadapi kesulitan yang saking sulitnya dijabarkan dengan kata-kata dan logika itu, maka tak sedikit dari kita yang  terungkap dalam kata-kata,  misalnya: saya sudah frustasi, saya sudah putus asa, saya sudah tidak mau lagi ngelamar-ngalamar kerja karena hasilnya sama saja, dan lain-lain.
Sadar atau tidak sadar, sebetulnya inilah masalah yang ada di dalam diri kita. Artinya, jika kita ternyata belum mendapatkan pekerjaan sampai hari ini padahal kita sudah lama diwisuda,  maka yang ikut andil untuk menciptakan keadaan semacam ini bukan saja sulitnya mencari kerja di negeri sendiri, tetapi juga karena kita sudah malas-malasan, frustasi, sudah putus asa, dan semisalnya.
Kalau dijelaskan dengan logika perjuangan, maka masalah yang kedua ini yang lebih berbahaya. Kenapa? Sesulit apapun persoalan mencari kerja ini, namun kalau kita tetap mencari dengan kegigihan dan kemauan keras, maka (menurut “Teori Tuhannya”), kita PASTI  akan mendapatkan pekerjaan. Soal ini cocok atau tidak menurut versi kita, soal itu kapan dan dimana, ini soal teknis orang hidup. Kita dituntut untuk pandai-pandai mempertimbangkannya.
Tetapi akan berbeda halnya ketika kita sudah tahu sedang menghadapi keadaan eksternal yang sulit ditambah lagi dengan respon (cara menghadapi) yang negatif. Bisa kita bayangkan sendiri. Keadaan eksternal yang mudah saja akan menjadi tidak mudah apabila  ditanggapi secara negatif, apalagi  keadaan yang sulit dihadapi dengan respon yang negatif. Sulitnya berlipat ganda, tentu.
Selain ada masalah mentalitas, masalah yang kerap muncul juga adalah soal keahlian teknis atau keahlian kerja. Keahlian kerja adalah jenis ilmu pengetahuan khusus yang bisa digunakan untuk menyelesaikan persoalan di tempat kerja. Kalau kita hanya tahu akunting dari teori-teorinya, belum tentu ini bisa digunakan untuk menyelesaikan persoalan di tempat kerja. Dunia kerja menuntut penguasaan teori dan praktek. Soal kadarnya berapa, ini yang akan berbicara nanti proses.
Dari berbagai kasus di lapangan menunjukkan bahwa rendahnya penguasaan teknis (keahlian kerja) yang dimiliki oleh angkatan kerja baru, ini tak hanya mempersulit calon pencari kerja saja, tetapi juga ikut mempersulit perusahaan pencari tenaga kerja (pemilik peluang). Sampai-sampai ada ungkapan: kalau sekedar ingin mencari orang yang mau kerja atau ingin kerja, ini jumlahnya berlebih. Tapi untuk mendapatkan orang yang mau dan mampu bekerja, ini jumlahnya selalu kurang. Karena itu, tak sedikit dari pemilik peluang yang berinisiatif untuk iklan meski harus bayar mahal. > loker 
Ini semua sebetulnya adalah masalah sudah kita ketahui. Mencari pekerjaan memang sulit. Karena itu, dibutuhkan usaha yang serius supaya bisa mendapatkannya. Cuma memang yang lebih sering terjadi, pengetahuan kita tentang sulitnya mencari pekerjaan itu kurang kita gunakan untuk mendorong kesadaran untuk menciptakan penyiasatan-penyiasatan yang kreatif guna mempercepat proses mendapatkan pekerjaan. > kerja lowongan

Mencermati Keadaan Dunia Kerja Saat Ini dan Akan Datang

Jika Anda baru lulus atau masih belajar di pendidikan tinggi, maka Anda sebenarnya tidak tahu banyak, seperti apa hari-hari yang akan Anda lewati di kantor, dikampus jika nanti Anda mendapatkan pekerjaan. Anda mungkin sering bertanya dalam hati Anda akan seperti apa pekerjaan Anda? Apa yang akan diharapkan oleh bos dan kolega terhadap diri Anda? Dunia kerja sedang mengalami perubahan dengan sangat drastis. Tidak dapat dipungkiri tempat kerja pada 2009 tampak sangat berbeda dengan keadaan tempat kerja pada 20 tahun yang lalu. Teknologi baru dan perubahan gaya hidup menuntut Anda untuk bekerja dengan cara yang berbeda dari orangtua Anda dulu.
Inilah kecenderungan utama yang perlu Anda cermati
1. Lingkungan kerja telah berubah. Dengan teknologi baru, orang bisa bekerja dengan lebih cerdas, dan menggunakan waktu lebih sedikit sehingga lebih efektif dan efisien. Secara global, pekerja menghabiskan rata-rata satu jam untuk pergi ke kantor. Tapi, makin luas dan cepatnya koneksi internet memungkinkan mereka bekerja sedikitnya sekali dalam seminggu dari rumah, dan itu menghemat dua jam perjalanan ke kantor per hari.
Sebuah survei baru di beberapa negara-negara Eropa contohnya, di Inggris memperlihatkan bahwa hampir separo dari perusahaan terbaik mengizinkan karyawan untuk mengerjakan tugas mereka di rumah. Tentu saja bekerja dari rumah menimbulkan pertanyaan, seperti bagaimana yang bersangkutan bisa fokus dan produktif. Tapi, teknologi juga mengatasi masalah itu dengan solusi-solusi seperti workstreaming, di mana orang bisa dipantau oleh atasan dengan perangkat online.
Seiring makin banyaknya karyawan yang bekerja dari rumah dan melahirkan apa yang disebut kantor virtual, banyak perusahaan mengurangi ruangan untuk karyawan. Bahkan, banyak karyawan kini tak punya meja di kantor. Mereka membawa laptop ke mana-mana, dari rumah ke kantor dan ketika bertemu klien. Di kantor, mereka bisa memakai meja mana saja yang tersedia. Bagi perusahaan, ini mengurangi biaya untuk listrik dan sewa ruang.
Pada sisi lain, ketika banyak perusahaan “mempersempit” kantor mereka, sejumlah perusahaan lain memperbanyak fasilitas untuk menarik talent terbaik mereka. Google misalnya, menyediakan kafetaria, salon, bengkel mobil, kelas bahasa, kelas senam dan voli pantai. Perusahaan lain berusaha menyediakan fasilitas-fasilitas khusus.
2. Selain lingkungan kerja, waktu untuk bekerja pun berubah. Rumus lama jam kerja, dari 5 hingga 8 jam, kini ditantang untuk lebih extreme. Pada hari-hari tertentu, Anda harus menyelesaikan laporan sehingga pulang agak malam. Beberapa pengalaman pribadi yang saya alami, beberapa perusahaan yang ada di Bandung – Indonesia (yang masuk dalam kategori Perusahaan Keluarga), mereka menerapkan jam kerja lebih dari 9 jam tanpa memberikan uang lembur, padahal standar jam kerja 8 jam dan lebih dari itu masuknya jam lembur, bukan!?
3. Sekarang, bagaimana dengan pekerjaan itu sendiri? Teknologi menjadi faktor terpenting. Makna “bekerja” berubah secara dramatis seiring dengan perubahan pada penggunaan teknologi. Sejumlah pekerjaan menjadi kuno, dan pekerjaan baru, muncul. Kini, kita menggunakan email, mengirim pesan instan, melakukan riset secara online dan memanfaatkan program-program komputer otomatis untuk menyelesaikan pekerjaan.
Anda akan memasuki dunia kerja yang telah diwarnai dengan pertumbuhan komputer game, dan sambil bekerja Anda berkirim SMS dan pesan instan kepada teman-teman. Anda diperhitungkan sebagai generasi yang memiliki perangkat skill yang menuntut bos Anda untuk mengelolanya generasi serba bisa, dan memiliki sedikit kesabaran untuk meeting panjang.
4. Jadi, Anda diharapkan lebih berdaya dan lebih bagus dalam memecahkan persoalan dibandingkan generasi pendahulu Anda. Tentu saja, jika teknologi dengan sangat efektif bisa meningkatkan efisiensi kerja, dia juga bisa mengganggu produktivitas. Teknologi membawa dampak (buruk) di kantor. Pekerja kini punya jaringan email yang harus selalu dicek, ada video- video dari YouTube yang bisa dilihat setiap saat, dan game realitas virtual yang bisa dimainkan sambil bekerja. Semua itu menuntut perusahaan untuk melakukan pengawasan, dan bila perlu tindakan pencegahan.
Penting untuk diketahui sejak dini, meskipun harapan terhadap diri Anda terus meningkat, tapi gaji rupanya belum mengikuti. Berbagai riset menunjukkan, kesenjangan (gaji) antara top management dengan karyawan “biasa” masih akan lebar. Jadi, Anda harus tetap kerja keras dan mencapai puncak untuk mendapatkan gaji tinggi.
6. Yang jelas, kini Anda tahu bahwa kaum pengusaha telah dan semakin peka untuk membahagiakan karyawan dengan berbagai bentuk fasilitas. Namun, Anda juga perlu tahu bahwa kini mulai muncul kader baru karyawan yang bekerja pada bidang-bidang pekerjaan yang ekstrem. Extreme job. Harvard Business Review mendefinisikannya sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh para profesional bergaji tinggi yang bekerja dengan gila: cepat, dibawah deadline ketat, bekerja sampai di luar jam kerja reguler, siap sedia untuk klien 24 jam sehari 7 hari seminggu, berada di kantor sedikitnya 10 jam sehari, sering bepergian, pekerjaan mengandung banyak hal tak terduga, dan memiliki tanggung jawab yang luas.
7. Fakta-fakta: The Hidden Brain Drain Task Force, sebuah kelompok pemantau tren dunia kerja di AS mensurvei 6% individu bergaji paling tinggi secara global. Hampir 10% dari para super worker itu menghabiskan lebih dari 100 jam setiap minggu untuk pekerjaan mereka. Empat puluh dua persen mengambil 10 hari libur setiap tahun, dan beberapa dari mereka mengaku selalu menunda rencana liburan mereka.
8. Apakah Anda terobsesi menjadi pekerja ekstrem seperti itu? Yang menjadikan rumah atau tempat tidur Anda sebagai terminal atau tempat transit . Sejumlah pengusaha yang smart, bagaimana pun, akan mencermati efek-efek jangka panjang dari pekerjaan-pekerjaan ekstrem dan mendorong para pekerja-super itu untuk lebih memperhatikan keseimbangan hidup dan kerja. Tapi bagaimana dengan pengusaha abal-abal yang hanya memeras keringat dan membuat kejang otak tanpa memperhatikan keseimbangan hidup dan kerja Anda? berdasarkan hasil survei biasanya kasus tersebut terdapat di perusahaan-perusahaan keluarga yang baru berdiri yang sistem manajemennya masih amburadul.
9. Ngomong-ngomong, apa karir masa depan yang tengah atau akan Anda incar? Mungkin akuntan, manajer, tenaga pemasaran, atau peneliti? Atau, mungkin Anda baru saja merasa bahwa Anda punya energi besar untuk mencoba pekerjaan ekstrem? Permintaan terhadap pekerjaan ekstrem memang akan terus meningkat, tapi jika kita melihat lebih jauh ke depan, pekerjaan-pekerjaan baru yang eksotik akan lebih terbuka.