Tampilkan postingan dengan label career advice. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label career advice. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Desember 2010

PT. RAZEK TRAVEL & DAR AL EIMAN INDONESIA

Kami perusahaan Travel Agent yang bergerak dalam bisnis perhotelan yang memiliki  beberapa hotel bintang 4 dikota Mekkah di Saudi Arabia dan whole seller penjualan kamar hotel di kota Mekkah dan Medinah untuk travel Biro Haji dan umroh di Indonesia. Perusahaan kami berdiri sejak tahun 1998 dan mempunyai beberapa anak perusahaan dan cabang - cabang di beberapa negara.

HOTEL SALES & STAFF

Kualifikasi:
  • Pria / Wanita
  • Pendidikan minimal Diploma Perhotelan atau Pariwisata
  • Pengalaman Kerja minimal 3 thn di divisi yang sama
  • Berpengalaman di perhotelan divisi sales di Hotel
  • Berpengalaman di Travel Agent umroh & haji di divisi Sales & Marketing dan sudah pernah ke Mekkah dan Madinah
  • Berpengalaman di Travel Agent umum divisi ticketing atau penjualan voucher hotel dan paham mengenai penjualan hotel
  • Berpengalaman di Air Lines sebagai staff sales
  • Di utamakan bisa berbahasa Inggris atau berbahasa Arab


Kirimkan lamaran, CV beserta photo terbaru melalui alamat email:
hrd.iman_indonesia@yahoo.com

Jumat, 10 Desember 2010

PT, NUMEDIA GLOBAL

Web Designer (1 person)

Requirements : info lowongan kerja
  • Candidate must possess at least a Associate Degree in Art/Graphic Design/Visual Communication.
  • Design/Creative Multimedia or equivalent.
  • Creative and capable to work in team.
  • Having at least 1 years experience in Graphic Design filed with ability of web design, online banner design and multimedia design.
  • Mastering Macromedia Dreamweaver, Adobe Photoshop, and other design software.
  • Knowledge in HTML, CSS ( Cascading Style Sheet ), Javascript, Flash and Design Concept.
  • Experience in professional website design for a corporation.
  • Good communication skills (written & speaking) in English and Indonesian.
  • Creative, fast learner and self motivated.
  • A good team player but able to work independently.
  • Good interpersonal skills.
  • karir
Please describe your skill & knowledge on CV with & attached your portfolio with .pdf format to E-mail :
career@numedia.co.id

Tips persiapan melamar pekerjaan (Pengalaman bukan syarat mutlak)

Saat baru lulus kuliah, sering kali para calon pelamar ini bingung akan menulis surat lamaran pekerjaan seperti apa, karena pada umumnya banyak perusahaan yang mensyaratkan pengalaman kerja. Mau tak mau, hal ini membuat sebagian calon pelamar merasa minder lantaran selama kuliah nyaris tak punya pengalaman kerja.

- Sebelum melamar pekerjaan, cari tahu dahulu apa yang perusahaan inginkan. Umumnya perusahaan akan menginginkan calon karyawan yang bisa berkontribusi langsung.
- Untuk yang baru lulus kuliah, janngan pernah putus asa karena pengalaman yang dimaksud bukan melulu pengalaman kerja di perusahaan lain, tapi pengalaman di bidang industri yang akan digeluti. Misalnya, jika Anda ingin berkontribusi dan bekerja pada perusahaan periklanan, pastikan Anda memiliki kemampuan menggambar (lebih baik jika pernah menang lomba), mengkreasikan iklan, atau bahkan menulis karena sebuah biro iklan pastinya memiliki kebutuhan yang tinggi akan desainer grafis atau copy writer sebagai bagiannya.
- Lazimnya perusahaan mengharapkan orang yang dapat belajar dan menyesuaikan diri dengan cepat agar bisa berkontribusi secara maksimal.
- Tidak sedikit perusahaan yang lebih suka mencari sarjana fresh graduate ketimbang yang sudah berpengalaman agar bisa dididik sesuai visi dan misi perusahaan bersangkutan. Pastinya mereka yang terpilih umumnya memiliki prestasi, aktivitas dan kreativitas di atas rata-rata karena perusahaan mengharapkan kecerdasan dan kreativitas mereka akan berguna bagi perusahaan dan nantinya bisa berkontribusi secara maksimal.
- Saat kuliah, jangan hanya terpaku pada buku teks. Tak ada salahnya jika Anda sesekali membantu kegiatan kampus, mengikuti kegiatan ekstra kurikuler atau organisasi lainnya yang dapat mengasah kreativitas dan memberikan nilai tambah pada pengalaman hidup Anda.
    kerja lowongan, loker

Kamis, 09 Desember 2010

Tips Semangat Kerja Tanpa Stress

Bila anda tidak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang-orang yang bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan, pekerjaan anda pun jadi menggembirakan. loker

Bila anda tidak mencintai teman kantor anda, maka cintailah gedung dan suasana kantor. Ini akan memotivasi anda berangkat kerja dan melakukan pekerjaan kantor dengan lebih bersemangat. 

Bila ternyata anda tidak bisa melakukannya, cintai perjalanan pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan akan menjadikan tujuan perjalanan atau kantor tampak menyenangkan.

Tapi jika anda pun tak menemukan kesenangan di perjalanan, cintai apapun yang bisa anda cintai dari tempat kerja anda. Bisa tanaman hias di meja kerja, barisan semut di dinding, atau burung-burung yang beterbangan di luar sana. Apa saja !

Jika tidak juga menemukan sesuatu yang bisa anda cintai dari kerja anda, kenapa anda masih di situ??? Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah di sana. Hidup cuma sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan sesuatu dengan cinta yang tulus.

kerja lowongan

Senin, 06 Desember 2010

Menembus Dinding bosan

Anda sering malas-malasan bangun pagi dan enggan menyiapkan diri
berangkat ke kantor? Atau, Anda suka datang terlambat, makan siang
berlama-lama, dan selalu tak sabar me-nunggu jam pulang kantor? Jika hal
itu sudah berlangsung lama, mungkin itu pertanda Anda sudah bosan bekerja.
Anda sudah ingin berhenti bekerja, masalahnya, keadaan eko-nomi keluarga
tak memungkinkan. Boleh jadi, suami Anda seorang konsultan lepas, yang
tak berpenghasilan tetap. Jadi, Anda harus ?mengimbangi? dengan
penghasilan yang pasti. Atau, suami didera sakit panjang sehingga tak
bisa ikut menafkahi keluarga. Alasan lain, Anda orang tua tunggal yang
harus menjadi tulang punggung keluarga. Sementara Anda yang lajang,
mungkin harus membantu keuangan orang tua. Semua kondisi itu tak memberi
pilihan lain kecuali Anda harus tetap bekerja.
Tapi, bukan berarti Anda hanya bisa diam dan menjalani kerja lowongan dengan
terseok-seok. Banyak cara, kok, menembus dinding kebosanan. Cermati
penyebab rasa bosan, lalu temukan jalan keluar yang tepat.

BOSAN SUASANA KANTOR
Jika profesi atau posisi di kantor jarang –atau sama sekali tidak–
memungkinkan Anda ?melihat? dunia luar, wajar jika Anda bosan. Hari demi
hari yang Anda jumpai adalah meja kerja, perangkat komputer, serta
ruangan dengan dekorasi monoton. Belum lagi tumpukan map berisi
tugas-tugas senada yang harus Anda selesaikan hari demi hari.
SOLUSI:
Jika Anda seorang sekretaris atau akuntan, berkreasilah dengan meja
kerja Anda. Pasang foto dari orang-orang yang Anda sayangi, pasang
screen saver bergambar selebriti idola Anda, atau mousepad bergambar
hewan menggemaskan kesukaan Anda.
Tak ada salahnya pula meletakkan hiasan meja atau suvenir yang
mengingatkan Anda pada saat-saat berlibur yang menyenangkan, atau
tanaman hias mungil yang menyegarkan pandangan. Dengan catatan, profesi
Anda tidak memungkinkan klien datang langsung ke meja Anda. Karena, meja
kerja yang terlalu banyak ?sentuhan pribadi? pemiliknya, bisa mengurangi
kesan profesional.
DILEMA KOMUTER
Kantor Anda di wilayah lowongan di Jakarta Barat, sementara rumah Anda di Cibubur,
di Timur Jakarta, mau tak mau Anda harus selalu berangkat pagi-pagi
sekali dan pulang saat matahari sudah tenggelam. Belum lagi rasa sebal
saat menghadapi kemacetan panjang di jalan tol atau kemacetan di
beberapa tempat di dalam kota.
SOLUSI:
Putar lagu-lagu favorit selama dalam perjalanan. Atau, jika Anda tidak
menyetir mobil sendiri, baca novel atau m-ajalah kesukaan Anda. Sesekali
ajak teman yang belum pernah An-da ajak sebelumnya untuk bersama-sama
berangkat ke kantor. Sambil berkendara, Anda bisa mengobrol. ?Kita bisa
mendengarkan cerita baru yang menarik dan tak terduga. Perjalanan tidak
akan membosankan jadinya, kata Rima.
Jalan keluar lain, ubah waktu maupun rute bepergian. Jika berangkat
setengah jam lebih lambat hanya membuat perbedaan waktu 5 menit tiba di
kantor, tak ada salahnya Anda undur keberangkatan Anda. Atau, pelajari
beberapa rute alternatif, dan pilihlah secara bergantian setiap hari.
Dengan begitu, Anda tak perlu melihat pemandangan yang sama dari hari ke
hari.
TERTEKAN BEKERJA DIBAWAH SUPERVISI
Bagi Anda yang sangat independen, bekerja di bawah supervisi bisa sangat
tidak menyenangkan. Anda sangat menyukai kebebasan berkreasi, sehingga
penugasan dari atasan membuat Anda merasa tertekan, karena selalu harus
menuruti perintah.
SOLUSI:
Jika Anda masih ingin mempertahankan posisi Anda, cobalah memulai untuk
menyempurnakan pola pikir. ?Ketimbang melihat atasan sebagai ?sang
pengatur? dan ?penguasa?, lihatlah atasan sebagai teman Anda dalam
menuju kesuksesan. Dengan begitu, Anda bisa menerima penugasan sebagai
sesuatu yang justru membebaskan Anda dalam berkarya, papar Rima.
Tapi, jika Anda sudah benar-benar tidak bisa lagi menerima penugasan
(dari siapa pun), mungkin Anda perlu mempertimbangkan alternatif untuk
menciptakan pekerjaan sendiri, berbisnis, misalnya. Tantangannya, Anda
harus punya keahlian un-tuk memasarkan diri sendiri serta membangun
jejaring. Dengan demikian, bisnis Anda terjamin kelanjutannya, dan
pendapatan Anda lumayan bisa diandalkan. >loker

Bekerja Senang Semua Jadi Ringan

Istilah I don?t like Monday begitu populer di kalangan pekerja.
Penyebabnya, apa lagi kalau bukan rasa malas yang mendera saat harus
kembali ke kantor, setelah menikmati libur akhir pekan yang
menyenangkan. Padahal, kalau mau sedikit usaha, bekerja pun bisa sangat
menyenangkan. Sehingga, apa pun pekerjaan Anda, akan terasa ringan.
Mengapa tidak mulai dari sekarang?
AGAR JAUH DARI RASA BOSAN
* Temukan hal-hal baru terus-menerus.
Bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mengubah lay-out meja
kerja, mengganti penampilan dan gaya busana, atau meminta
tugas-tugas/tanggung jawab baru kepada atasan.
* Terus belajar
Pelajari hal-hal baru dalam pekerjaan. Jika memungkinkan, ajukan
permintaan untuk mengikuti pelatihan atau kursus. Belajar akan
meningkatkan rasa percaya diri dan kesanggupan Anda untuk
melakukan tugas yang lebih menantang.
* Kreatif dan proaktif
Cari ide-ide segar untuk memperindah pekerjaan Anda atau
memberikan masukan untuk tim kerja. Buat juga target kerja yang
jelas dan menantang. Jika Anda berhasil mencapai target, beri
hadiah untuk diri sendiri.
* Alokasikan waktu untuk diri sendiri
Hidup hanya untuk pekerjaan, akan mudah memicu kebosanan. Lakukan
kegiatan yang Anda sukai sebelum berangkat kerja, seperti
mendengarkan musik atau berolahraga untuk menciptakan mood
positif. Jika perlu, ambil liburan atau cuti.

Minggu, 05 Desember 2010

Rekan Kerja jadi Seteru

Ketika seseorang melancarkan aksi negatif terhadap Anda, biasanya tanda-tandanya tampak secara eksplisit. ”Artinya, sikap itu juga dilihat orang lain. Jadi, ada baiknya mengonfirmasikan dulu dengan pendapat rekan kerja lain,” ujar Dyah Indri Kumalasari, S.Psi, konsultan dari Experd, lembaga konsultasi pengembangan SDM.
Tanda yang biasanya terlihat adalah rekan kerja tersebut selalu bersikap ketus dan tak ramah kala berkomunikasi dengan Anda. Besar kemungkinan, ia juga tak pernah menyapa dan hanya berbicara seperlunya. Selain itu, ia juga selalu menempatkan diri di pihak oposisi dengan selalu menentang pendapat Anda. Atau, dengan gigih ia selalu berusaha menyalahkan opini maupun hasil kerja Anda. >kerja lowongan
Introspeksi dulu
Sebelum naik darah lantaran mendengar gosip miring yang disebarkan rekan kerja tentang Anda, ada baiknya Anda berhenti sejenak untuk introspeksi. Apakah ada kesalahan Anda di masa lalu yang menyebabkan rekan kerja bersikap demikian? Cobalah mengajaknya bicara berdua di tempat yang privat, untuk menggali penyebab sikapnya tersebut.
”Ketika berbicara, jangan sampai emosi terpancing. Cobalah untuk tetap berkepala dingin,” ujar Indri. Biarkan ia menumpahkan kekesalannya. Ketika emosinya reda, barulah bicara. Bila memang Anda pernah berkata atau melakukan sesuatu yang tak berkenan di hatinya, jangan ragu meminta maaf saat itu juga.
Apa pun yang jadi penyebab, cobalah bicarakan jalan keluar terbaik dengannya. ”Jangan lupa sampaikan bahwa situasi yang tak nyaman itu membuat lingkungan kerja menjadi kurang kondusif. Hal itu tentunya akan berpengaruh buruk terhadap kinerja Anda berdua,” kata Indri.
Jangan Membalas!
Jika solusi terhadap masalah ini masih belum tampak, tahanlah keinginan untuk membalas perlakuannya. Membalas tindakannya bisa jadi bumerang. Siapa tahu selama ini ia memang sengaja memancing Anda untuk berbuat salah. Daripada membalas, tekan gengsi Anda, ajak ia kembali berbicara empat mata.
Sampaikan dengan tegas bahwa Anda amat menghargai bila ia bersedia menyampaikan langsung segala permasalahannya tanpa melibatkan orang lain. Ingatkan bahwa ia pasti punya perasaan sama bila ada di posisi Anda. Meski hati panas, berusahalah menjalin pertemanan dengannya. Bila ia terus menolak diajak berbicara dan sikapnya terus memperlihatkan permusuhan, mungkin lebih baik tak memedulikannya.
Bersikaplah sebiasa mungkin di depan dia. Anggap saja Anda tak pernah punya masalah dengannya. Jika dia merasa bermasalah dengan Anda, itu hak dia. Namun, jika sikapnya telah mengganggu keharmonisan lingkungan kerja – terlebih jika Anda terlibat dalam satu proyek dengannya, mungkin Anda perlu melibatkan atasan sebagai pihak ketiga.
Libatkan Atasan sebagai Penengah
Sebagai pihak ketiga, atasan berfungsi sebagai penengah yang dapat memberikan solusi obyektif sesegera mungkin. Pasalnya, energi negatif di antara Anda berdua berpotensi menimbulkan konflik dan mengganggu kinerja tim. Jangan sampai pertikaian di antara Anda berdua melebar dan merugikan lebih banyak orang.
”Ketika menghadap atasan, akan lebih baik jika Anda dan dia maju bersama-sama, supaya Anda tidak terkesan mencari pembelaan,” ujar Indri. Dengan tindakan ini, Anda juga bisa memberi kesempatan kepada atasan untuk melihat permasalahan dari dua sisi.
Ketika masalah ini sudah tiba di telinga atasan, maka Anda mesti bersiap-siap atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi setelahnya. Bisa jadi, salah satu di antara Anda akan dimutasi ke divisi lain. Atau, Anda berdua mungkin bisa tetap berada dalam divisi yang sama, namun dituntut untuk bersikap profesional dan mengesampingkan persoalan pribadi. Apa pun solusinya, terimalah dengan kepala dingin dan berusahalah menjalankan dengan sebaik-baiknya. >loker

Jumat, 03 Desember 2010

Ketahanan Terhadap Tekanan (Stres)

Pertanyaan yang dapat menggali aspek ketahanan terhadap tekanan/stres antara lain :
> loker 
  1. Apakah anda dapat bekerja di bawah tekanan ?
  2. Pernahkan anda bekerja di bawah tekanan ? Ceritakan bagaimana anda menyikapinya?
  3. Dalam lingkungan kerja seperti apa anda merasa nyaman ? (Terstruktur atau tidak ?)
  4. Seandainya ada konsumen yang marah karena hal yang bukan dilakukan anda, bagaimana anda menyikapinya ?
  5. Bagaimana anda menyikapi kritik yang diberikan kepada anda ?
  6. Seandainya anda mendapatkan pekerjaan yang tidak anda harapkan, apa yang akan anda lakukan ?
  7. Apa yang anda anggap sebagai hal yang berat untuk dilakukan dalam pekerjaan ?
  8. Seandainya anda dihadapkan dengan dua tugas yang harus diselesaikan pada saat yang bersamaan, apa yang akan anda lakukan ?
  9. Masalah terbesar apa yang pernah anda hadapi ? Bagaimana anda mengatasinya ?
> kerja lowongan,

Kamis, 02 Desember 2010

Pengaruh Kontak Mata dan Suara dalam Wawancara

Dalam wawancara, faktor diluar "isi" seringkali dapat mempengaruhi keberhasilan suatu wawancara. Mulai dari penampilan, sampai cara berbicara.

Seorang pewawancara yang berpengalaman akan merasakan sebagian karakter yang diwawancara dari sinar matanya. Tidak perlu dengan memelototi, atau dengan sinar mata syahdu, melainkan tataplah secara wajar kepada pewawancara. > kerja lowongan

Intinya, bahwa melalui tatapan anda selama wawancara haruslah menandakan :
1. Apakah anda cukup percaya diri;
2. Apakah anda berpikir positif terhadap proses komunikasi dalam wawancara tersebut;
3. Apakah anda jujur dengan isi komunikasi anda;
4. Apakah anda tampil "jujur" sesuai dengan kepribadian anda yang sebenarnya, tidak dibuat-buat.

Intonasi akan memperlihatkan apakah anda seorang yang percaya diri atau tidak. Tidak perlu dengan cara mengatur suara seperti seorang pemain sinetron, tetapi cukuplah bahwa anda dapat menggunakan intonasi yang menarik minat lawan bicara untuk terus berkomunikasi.

Usahakan tidak memberi nada agresif, atau nada "menutup" diri. Gunakanlah intonasi yang mewakili dengan isi pesan anda. Volume, warna, dan irama memang harus diatur dengan baik, tetapi bukan harus menjadi orang yang tampil bukan sebagai dirinya sendiri. > loker 

Rabu, 01 Desember 2010

Tips & Trick Menulis CV

Berdasarkan riset sosial tentang kemampuan membuat surat lamaran kerja, ada beberapa kesalahan yang kadang terjadi. Sehingga sudah ribuan lamaran kerja anda kirimkan, namun belum ada balasannya. Mungkin salah satu tips di bawah ini adalah masalahnya.
> kerja lowongan


1. JANGAN TERLALU BERTELE-TELE
Saya sangat tertarik dengan iklan yang dimuat.
Oleh karena itu saya bermaksud untuk melamar pekerjaan tersebut.
Juga sekalian harapan saya, dengan surat lamaran ini
kita bisa mempererat tali silaturahmi antara kita berdua.
Bukankah dalam agama pun telah diterangkan betapa pentingnya arti sebuah silaturahmi .... ................................
2 BAHASANYA JANGAN SOK GAUL
Dengan hormat banget , boss !!!
Halo boss, capee deeehhh !!! apa kabar nich.....?
Saya mo ngelamar kerja nich..boleh dong...
Please...boleh ya.........
.................................
3 BAHASANYA JANGAN SOK PREMAN
Gue pernah kerja di kantor bokap,
tapi gue dikeluarin, setan banget deehhh !!
Sekarang gue ngelamar kerja di kantor elo,
ga usah khawatir soal jabatan deh.....
Ok deh !! gue tunggu panggilan kerja dari elo.
......................................
4 BAHASANYA JANGAN SOK AKRAB
Dengan hormat,
Hai apa kabar nih? baik-baik aja kan ?
Saya juga ketika menulis surat ini dalam keadaan sehat wal afiat.
Semoga Bapak juga baik-baik aja seperti saya disini.
Ngomong-ngomong gimana kabar anak-anak, sehat kan ?
Istri pasti makin cantik aja.....salam aja ya buat mereka.
Oya .. hampir lupa, saya bermaksud melamar pekerjaan pada perusahaan Bapak, bisa kan ?
................................
5 JANGAN TERLALU BANYAK MENGGUNAKAN SINGKATAN
Dgn Hrmt.
Ttrk dgn ikl lwg krj yg dmt pd srt kbr edisi sls.
Sy brmskd mengisi lwg yg bpk bthkn.
Dri thn 1999 - 2004, sy tlh bkj di aptk km farma, di bag cln srv.
...............................
6. Jika tidak diminta, JANGAN MENENTUKAN GAJI
Untuk posisi manajer, saya minta gaji per bulan, 20 juta saja.
Untuk posisi pengawas lapangan, saya rasa cukup 2 juta per bulan.
Bila sebagai staf biasa .... gratis deh.
> loker

Selasa, 30 November 2010

12 Tips Meningkatkan Kebahagiaan Dan Produktivitas Di Tempat Kerja

Tentu saja, menjadi bahagia di tempat kerja sangat tergantung pada seberapa banyak Anda menyukai pekerjaan Anda. Namun ada juga langkah-langkah sederhana yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kebahagiaan Anda. Beberapa langkah ini SANGAT kecil, tapi mereka yang melakukan langkah-langkah ini dapat memperbaiki situasi kerja mereka dan meningkatkan kebahagiaan.
1. Memeriksa kelelahan mata dengan menempelkan tangan Anda ke dahi dalam posisi seperti orang memberi hormat. Jika mata Anda sudah merasa lega, ruang kerja Anda akan kembali terang.
2. Duduk tegak dengan bahu yang turun – setiap kali saya memperbaiki posisi duduk, saya langsung merasa lebih energik dan bersemangat.
3. Miliki headset telepon. Saya menolak untuk memakainya dalam waktu lama meskipun rasanya memang sangat nyaman. Dengan memakai headset, saya dapat berbicara dengan jelas dan terdengar bersemangat.
4. Jangan menyimpan permen di meja Anda. Studi menunjukkan seseorang lebih mungkin untuk ngemil saat tertekan dengan beban pekerjaan. Segenggam permen coklat setiap hari bisa berakibat berat badan bertambah beberapa kilo pada akhir tahun.
5. Jangan pernah berkata “ya” di telepon; sebaliknya katakan saja “Saya akan menghubungi Anda kembali”. Ketika Anda berbicara dengan seseorang, keinginan untuk mengakomodasi menjadi sangat kuat dan dapat membawa Anda untuk berkata “ya” tanpa pertimbangan yang cukup.
6. Ketika memutuskan untuk mengatakan “ya”, bayangkan bahwa Anda menerima pekerjaan yang harus Anda lakukan besok. Jangan menyetujui sesuatu hanya karena Anda menganggap dapat melakukannya kapan-kapan sehingga tidak tampak berat.
7. Jangan sampai biarkan diri Anda terlalu lapar. Ketika Anda lupa makan akibat terlalu sibuk dengan pekerjaan Anda, hal ini hanya akan membuat Anda ‘kalap’ saat tubuh Anda akhirnya mendapatkan makanan. Akibatnya, tubuh Anda bisa-bisa malah jatuh sakit. Makanlah secara teratur.
8. Mengerjakan tugas yang sulit secepat mungkin. Menunda melakukan hal itu justru memberatkan Anda. Menyelesaikan pekerjaan tersebut justru dapat memberikan dorongan energi yang besar dan membuat Anda lega.
9. Jika Anda merasa kewalahan, perbaiki cara Anda menghabiskan waktu kerja. Bersikaplah jujur. Berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk berselancar di internet, mencari hal-hal yang tidak seharusnya Anda lakukan di tempat kerja, atau melakukan sebuah tugas yang sebenarnya merupakan tugas orang lain?
10. Biarkan diri Anda tetap tidak tahu akan hal-hal yang tidak perlu Anda tahu.
11. Keluar dari ruangan Anda paling tidak sekali dalam sehari, dan jika memungkinkan, berjalan-jalanlah. Sinar matahari dan juga beraktivitas sangat baik untuk fokus, mood dan penyimpanan informasi Anda.
12. Katakan “Selamat pagi” kepada semua orang. Kontak sosial adalah sebuah semangat, dan jika Anda merasa bahwa Anda memiliki hubungan baik dengan semua orang yang ada di kantor, Anda akan merasa lebih berbahagia setiap hari. Hal itu juga merupakan sikap yang sopan untuk dilakukan.

Masalah Utama Sulitnya Mendapatkan Pekerjaan

Ketika sudah bicara mencari pekerjaan, sepertinya tidak ada kesimpulan yang “wah” atau “TOP BGT”. Sebagian besar kita punya kesimpulan yang “aduuuh”. Hanya sedikit dari sekian ribu angkatan kerja pertahun yang punya kesimpulan “keren banget, TOP BGT”. Sampai-sampai ada guyonan banyak yang ijazahnya terbakar karena saking seringnya di-fotocopy untuk urusan melamar kerja, hi…hi…hi…
Saking sulitnya mencari kerja, hingga tidak sedikit yang akhirnya menyimpulkan bahwa mencari kerja ini adalah urusan nasib. Nasib di sini maksudnya adalah sebuah wilayah yang tak terjamahkan oleh prediksi. Mengapa pekerjaan itu sedemikian sulit ditemukan di negeri sendiri?  Kalau melihat ke lapangan, ada sedikitnya dua hal yang perlu disadari:
1. Faktor eksternal.
Untuk mendapatkan pekerjaan yang “asal kerja” saja ini memang sulit, apalagi yang benar-benar sesuai dengan background pendidikan. Ini lebih sulit lagi.  Sejumlah kesulitan itu disebabkan, antara lain:
a. Kondisi ekonomi secara makro sampai ke mikro,
b. Ketidakseimbangan pertumbuhan antara peluang kerja baru untuk lulusan baru dan jumlah lulusan baru (berlaku untuk daerah tertentu atau bidang tertentu),
c. Tingginya persyaratan yang ditetapkan perusahaan untuk tenaga baru,
d. Tingginya biaya kerja ke luar negeri bagi yang punya keinginan ke sana,
e. Jauhnya link-match antara yang diberikan lembaga pendidikan (supplier) dan yang diminta industri (demander),
f. Adanya KKN formal dan non-formal yang belum bisa dibersihkan secara tuntas dalam birokrasi swasta atau pemerintah untuk urusan penerimaan tenaga baru,
g. Model persaingan yang tidak jelas sebagai akibat dari pemerataan pembangunan yang belum optimal dilakukan pemerintah,
h. Lemahnya niat baik para pemilik peluang untuk menolong para pekerja baru (aturan normatif) atas nama sesama bangsa sendiri,
i. Dan lain-lain dan seterusnya.
2. Faktor internal
Karena menghadapi kesulitan yang saking sulitnya dijabarkan dengan kata-kata dan logika itu, maka tak sedikit dari kita yang  terungkap dalam kata-kata,  misalnya: saya sudah frustasi, saya sudah putus asa, saya sudah tidak mau lagi ngelamar-ngalamar kerja karena hasilnya sama saja, dan lain-lain.
Sadar atau tidak sadar, sebetulnya inilah masalah yang ada di dalam diri kita. Artinya, jika kita ternyata belum mendapatkan pekerjaan sampai hari ini padahal kita sudah lama diwisuda,  maka yang ikut andil untuk menciptakan keadaan semacam ini bukan saja sulitnya mencari kerja di negeri sendiri, tetapi juga karena kita sudah malas-malasan, frustasi, sudah putus asa, dan semisalnya.
Kalau dijelaskan dengan logika perjuangan, maka masalah yang kedua ini yang lebih berbahaya. Kenapa? Sesulit apapun persoalan mencari kerja ini, namun kalau kita tetap mencari dengan kegigihan dan kemauan keras, maka (menurut “Teori Tuhannya”), kita PASTI  akan mendapatkan pekerjaan. Soal ini cocok atau tidak menurut versi kita, soal itu kapan dan dimana, ini soal teknis orang hidup. Kita dituntut untuk pandai-pandai mempertimbangkannya.
Tetapi akan berbeda halnya ketika kita sudah tahu sedang menghadapi keadaan eksternal yang sulit ditambah lagi dengan respon (cara menghadapi) yang negatif. Bisa kita bayangkan sendiri. Keadaan eksternal yang mudah saja akan menjadi tidak mudah apabila  ditanggapi secara negatif, apalagi  keadaan yang sulit dihadapi dengan respon yang negatif. Sulitnya berlipat ganda, tentu.
Selain ada masalah mentalitas, masalah yang kerap muncul juga adalah soal keahlian teknis atau keahlian kerja. Keahlian kerja adalah jenis ilmu pengetahuan khusus yang bisa digunakan untuk menyelesaikan persoalan di tempat kerja. Kalau kita hanya tahu akunting dari teori-teorinya, belum tentu ini bisa digunakan untuk menyelesaikan persoalan di tempat kerja. Dunia kerja menuntut penguasaan teori dan praktek. Soal kadarnya berapa, ini yang akan berbicara nanti proses.
Dari berbagai kasus di lapangan menunjukkan bahwa rendahnya penguasaan teknis (keahlian kerja) yang dimiliki oleh angkatan kerja baru, ini tak hanya mempersulit calon pencari kerja saja, tetapi juga ikut mempersulit perusahaan pencari tenaga kerja (pemilik peluang). Sampai-sampai ada ungkapan: kalau sekedar ingin mencari orang yang mau kerja atau ingin kerja, ini jumlahnya berlebih. Tapi untuk mendapatkan orang yang mau dan mampu bekerja, ini jumlahnya selalu kurang. Karena itu, tak sedikit dari pemilik peluang yang berinisiatif untuk iklan meski harus bayar mahal. > loker 
Ini semua sebetulnya adalah masalah sudah kita ketahui. Mencari pekerjaan memang sulit. Karena itu, dibutuhkan usaha yang serius supaya bisa mendapatkannya. Cuma memang yang lebih sering terjadi, pengetahuan kita tentang sulitnya mencari pekerjaan itu kurang kita gunakan untuk mendorong kesadaran untuk menciptakan penyiasatan-penyiasatan yang kreatif guna mempercepat proses mendapatkan pekerjaan. > kerja lowongan

Mencermati Keadaan Dunia Kerja Saat Ini dan Akan Datang

Jika Anda baru lulus atau masih belajar di pendidikan tinggi, maka Anda sebenarnya tidak tahu banyak, seperti apa hari-hari yang akan Anda lewati di kantor, dikampus jika nanti Anda mendapatkan pekerjaan. Anda mungkin sering bertanya dalam hati Anda akan seperti apa pekerjaan Anda? Apa yang akan diharapkan oleh bos dan kolega terhadap diri Anda? Dunia kerja sedang mengalami perubahan dengan sangat drastis. Tidak dapat dipungkiri tempat kerja pada 2009 tampak sangat berbeda dengan keadaan tempat kerja pada 20 tahun yang lalu. Teknologi baru dan perubahan gaya hidup menuntut Anda untuk bekerja dengan cara yang berbeda dari orangtua Anda dulu.
Inilah kecenderungan utama yang perlu Anda cermati
1. Lingkungan kerja telah berubah. Dengan teknologi baru, orang bisa bekerja dengan lebih cerdas, dan menggunakan waktu lebih sedikit sehingga lebih efektif dan efisien. Secara global, pekerja menghabiskan rata-rata satu jam untuk pergi ke kantor. Tapi, makin luas dan cepatnya koneksi internet memungkinkan mereka bekerja sedikitnya sekali dalam seminggu dari rumah, dan itu menghemat dua jam perjalanan ke kantor per hari.
Sebuah survei baru di beberapa negara-negara Eropa contohnya, di Inggris memperlihatkan bahwa hampir separo dari perusahaan terbaik mengizinkan karyawan untuk mengerjakan tugas mereka di rumah. Tentu saja bekerja dari rumah menimbulkan pertanyaan, seperti bagaimana yang bersangkutan bisa fokus dan produktif. Tapi, teknologi juga mengatasi masalah itu dengan solusi-solusi seperti workstreaming, di mana orang bisa dipantau oleh atasan dengan perangkat online.
Seiring makin banyaknya karyawan yang bekerja dari rumah dan melahirkan apa yang disebut kantor virtual, banyak perusahaan mengurangi ruangan untuk karyawan. Bahkan, banyak karyawan kini tak punya meja di kantor. Mereka membawa laptop ke mana-mana, dari rumah ke kantor dan ketika bertemu klien. Di kantor, mereka bisa memakai meja mana saja yang tersedia. Bagi perusahaan, ini mengurangi biaya untuk listrik dan sewa ruang.
Pada sisi lain, ketika banyak perusahaan “mempersempit” kantor mereka, sejumlah perusahaan lain memperbanyak fasilitas untuk menarik talent terbaik mereka. Google misalnya, menyediakan kafetaria, salon, bengkel mobil, kelas bahasa, kelas senam dan voli pantai. Perusahaan lain berusaha menyediakan fasilitas-fasilitas khusus.
2. Selain lingkungan kerja, waktu untuk bekerja pun berubah. Rumus lama jam kerja, dari 5 hingga 8 jam, kini ditantang untuk lebih extreme. Pada hari-hari tertentu, Anda harus menyelesaikan laporan sehingga pulang agak malam. Beberapa pengalaman pribadi yang saya alami, beberapa perusahaan yang ada di Bandung – Indonesia (yang masuk dalam kategori Perusahaan Keluarga), mereka menerapkan jam kerja lebih dari 9 jam tanpa memberikan uang lembur, padahal standar jam kerja 8 jam dan lebih dari itu masuknya jam lembur, bukan!?
3. Sekarang, bagaimana dengan pekerjaan itu sendiri? Teknologi menjadi faktor terpenting. Makna “bekerja” berubah secara dramatis seiring dengan perubahan pada penggunaan teknologi. Sejumlah pekerjaan menjadi kuno, dan pekerjaan baru, muncul. Kini, kita menggunakan email, mengirim pesan instan, melakukan riset secara online dan memanfaatkan program-program komputer otomatis untuk menyelesaikan pekerjaan.
Anda akan memasuki dunia kerja yang telah diwarnai dengan pertumbuhan komputer game, dan sambil bekerja Anda berkirim SMS dan pesan instan kepada teman-teman. Anda diperhitungkan sebagai generasi yang memiliki perangkat skill yang menuntut bos Anda untuk mengelolanya generasi serba bisa, dan memiliki sedikit kesabaran untuk meeting panjang.
4. Jadi, Anda diharapkan lebih berdaya dan lebih bagus dalam memecahkan persoalan dibandingkan generasi pendahulu Anda. Tentu saja, jika teknologi dengan sangat efektif bisa meningkatkan efisiensi kerja, dia juga bisa mengganggu produktivitas. Teknologi membawa dampak (buruk) di kantor. Pekerja kini punya jaringan email yang harus selalu dicek, ada video- video dari YouTube yang bisa dilihat setiap saat, dan game realitas virtual yang bisa dimainkan sambil bekerja. Semua itu menuntut perusahaan untuk melakukan pengawasan, dan bila perlu tindakan pencegahan.
Penting untuk diketahui sejak dini, meskipun harapan terhadap diri Anda terus meningkat, tapi gaji rupanya belum mengikuti. Berbagai riset menunjukkan, kesenjangan (gaji) antara top management dengan karyawan “biasa” masih akan lebar. Jadi, Anda harus tetap kerja keras dan mencapai puncak untuk mendapatkan gaji tinggi.
6. Yang jelas, kini Anda tahu bahwa kaum pengusaha telah dan semakin peka untuk membahagiakan karyawan dengan berbagai bentuk fasilitas. Namun, Anda juga perlu tahu bahwa kini mulai muncul kader baru karyawan yang bekerja pada bidang-bidang pekerjaan yang ekstrem. Extreme job. Harvard Business Review mendefinisikannya sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh para profesional bergaji tinggi yang bekerja dengan gila: cepat, dibawah deadline ketat, bekerja sampai di luar jam kerja reguler, siap sedia untuk klien 24 jam sehari 7 hari seminggu, berada di kantor sedikitnya 10 jam sehari, sering bepergian, pekerjaan mengandung banyak hal tak terduga, dan memiliki tanggung jawab yang luas.
7. Fakta-fakta: The Hidden Brain Drain Task Force, sebuah kelompok pemantau tren dunia kerja di AS mensurvei 6% individu bergaji paling tinggi secara global. Hampir 10% dari para super worker itu menghabiskan lebih dari 100 jam setiap minggu untuk pekerjaan mereka. Empat puluh dua persen mengambil 10 hari libur setiap tahun, dan beberapa dari mereka mengaku selalu menunda rencana liburan mereka.
8. Apakah Anda terobsesi menjadi pekerja ekstrem seperti itu? Yang menjadikan rumah atau tempat tidur Anda sebagai terminal atau tempat transit . Sejumlah pengusaha yang smart, bagaimana pun, akan mencermati efek-efek jangka panjang dari pekerjaan-pekerjaan ekstrem dan mendorong para pekerja-super itu untuk lebih memperhatikan keseimbangan hidup dan kerja. Tapi bagaimana dengan pengusaha abal-abal yang hanya memeras keringat dan membuat kejang otak tanpa memperhatikan keseimbangan hidup dan kerja Anda? berdasarkan hasil survei biasanya kasus tersebut terdapat di perusahaan-perusahaan keluarga yang baru berdiri yang sistem manajemennya masih amburadul.
9. Ngomong-ngomong, apa karir masa depan yang tengah atau akan Anda incar? Mungkin akuntan, manajer, tenaga pemasaran, atau peneliti? Atau, mungkin Anda baru saja merasa bahwa Anda punya energi besar untuk mencoba pekerjaan ekstrem? Permintaan terhadap pekerjaan ekstrem memang akan terus meningkat, tapi jika kita melihat lebih jauh ke depan, pekerjaan-pekerjaan baru yang eksotik akan lebih terbuka.