Minggu, 28 November 2010

Beberapa Pitfall Manajemen yang Harus Diwaspadai

Pada dasarnya Rumah Sakit (RS) adalah suatu organisasi pelayanan kesehatan yang mempunyai misi sosial melayani orang sakit tanpa membedakan status sosial-ekonominya. Namun, kini RS juga bermisi bisnis karena bersifat multiusaha, baik medis, penunjang maupun nonmedis, serta sebagai tempat bernaung berbagai tenaga profesional medis, paramedis, dan nonmedis yang bekerja untuk mencari nafkah.
Menggabungkan kedua misi menjadi misi sosio-ekonomi jelas membutuhkan entrepreneurialship (semangat wirausaha) serta strategi pengelolaan RS yang profesional dan mengandung nilai ekonomi tanpa mengabaikan nilai sosial.
Sementara itu, memang tidak mudah mengelola sebuah RS, suatu organisasi pelayanan serba padat, yaitu padat usaha, padat modal, padat kecanggihan ilmu-teknologi, padat SDM dan profesi karena akan berhadapan dengan dampak internal multiusaha RS, yaitu padat masalah. Fenomena internal tersebut masih diperberat oleh masalah regional dan global, yakni perubahan yang sangat cepat, tantangan persaingan-bebas, tuntutan strategi berbasis kinerja, serta lahirnya paradigma organisasi, dan kepemimpinan masa depan.
Mengelola sebuah RS saja tidaklah mudah, apalagi sekaligus harus menghadapi dan mengantisipasi perubahan global yang sudah mulai terasa dampaknya. Dengan demikian, harus diwaspadai akan adanya pitfall (suatu kejadian yang lazim tidak disangka—karena dianggap remeh, terlupakan, atau ketidaktahuan—yang berpotensi menjadi masalah) oleh para pemilik dan pengelola RS agar RS-nya Besar dan Bertahan terhadap berbagai Krisis (Being a Great and Sustainable Hospital).

Temukan semuanya di Kerja Lowongan, Loker 
Bookmark and Share



Lowongan Forex & Investasi Resiko Tinggi Bagi Pelamar Kerja & Pencari Kerja Yang Merugikan Anda

Hati-hati dan waspada penuh pada perusahaan yang bergerak di bidang investasi beresiko tinggi seperti yang berbau forex, efek, saham, fx, bursa berjangka, pasar uang, dan lain sebagainya. Sebenarnya ini bukan kejahatan kriminal, tapi sesuatu kegiatan / aktifitas yang akan merugikan anda dari segi waktu dan keuangan anda.
Efek terburuk dari karir pada bidang tersebut adalah bunuh diri karena rugi dengan hutang berlimpah. Permainan investasi dengan resiko tinggi tersebut juga belum memiliki kejelasan mengenai halal haramnya karena ada indikasi judi kelas atas tingkat tinggi. Namun jika anda punya banyak uang milik sendiri yang ingin anda lipa gandakan dengan resiko hilang semua serta anda dapat menerimanya itu sah-sah saja.
Umumnya mereka mengincar para pencari kerja baik yang baru lulus kuliah / sekolah serta orang yang sudah pernah bekerja. Para pelaku umumnya juga korban dari perusahaan yang terikat sistem untuk mencari korban lain. Tempat atau kantor perusahaan tersebut juga sangat bagus dan bonafid sehingga tidak akan menimbulkan kecurigan anda.
Biasanya diawali dengan secara membabi buta membuat berbagai iklan lowongan pekerjaan di media cetak dan internet. Orang yang melamar akan langsung dipanggil untuk wawancara atau disortir terlebih dahulu mana yang layak berpotensi dan dapat menjadi pencari uang untuk modal perusahaan. Jenis pekerjaan yang ditawarkan beragam dan terkadang menipu. Lowongan manajer trainee, manajer eksekutif, akuntan, sekretaris, administrasi, dan lain sebagainya akan berujung pada satu jenis pekerjaan yang sama, yakni mencari modal bagi keuntungan perusahaan.
Setelah pelamar datang akan diwawancarai untuk sekedar basa-basi serta formalitas belaka. Kemudian pelamar kerja akan diwajibkan langsung ikut pelatihan investasi beresiko tinggi di kelas dan langsung ke lapangan tempat transaksi. Umumnya jenis investasi adalah jual beli uang asing / foreign exhange / forex / fx, indeks, komoditas, dan lain sebagainya. Pelamar pun akan diberikan pembelajaran dengan alur yang telah ditentukan serta diberi ujian formalitas.
Setelah mengikuti pelatihan singkat, pelamar akan ditawari pekerjaan sebagai pencari modal baik dari modal sendiri, keluarga, teman, saudara, tetangga, dan lain sebagainya secara wajib. Keuntungan akan diberikan setiap transaksi dilakukan. Berbagai bonus akan melayang ke hadapan anda jika anda berhasil mendapat modal besar dan memiliki downline atau bawahan hasil rekrut anda.
Tapi sekali lagi yang pasti uang yang anda mainkan pada investasi resiko tinggi dapat hilang semua tanpa bekas walaupun keuntungan yang dijanjikan sangat besar. Apalagi uang yang anda mainkan bukanmilik anda. Seandainya kalah dan rugi anda akan berhadapan dengan pemilik modal yang murka.
Jika anda ingin menimba ilmu anda boleh saja ikut pelatihan gratis dan kabur setelah ujian untuk menambah wawasan anda di dunia investasi. Jangan mudah terpengaruh bujuk rayu orang lain yang dapat menjerumuskan anda. Lebih baik tenang jadi karyawan daripada paranoid jadi manajer eksekutif.

Temukan semuanya di Kerja Lowongan, Loker 
Bookmark and Share

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Pencari Kerja

Hal ini akan sangat berguna bagi pencari kerja agar terhindar dari rasa frustrasi. Beberapa hal yang harus diketahui dan dipahami pencari kerja misalnya:- Pencarian pekerjaan adalah identik dengan mempromosikan diri sendiri dan talenta yang dimiliki

- Mengetahui dengan pasti bagaimana talenta yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi perusahaan yang dilamar
- Mencari pekerjaan merupakan suatu pekerjaan juga: jadi perlu bersabar karena pasti membutuhkan waktu
- Buat rencana dan ikuti rencana tersebut; meski tidak harus diikuti secara kaku
- Mencari pekerjaan harus pantang menyerah  
- Mencari pekerjaan harus didasari dengan niat
- Usahakan mencari kerja yang sesuai dengan kemampuan kita
- Usahakan dulu bekerja disatu tempat dengan waktu masa kerja yang lama,  
  kira-kira 6 bulan ( minimal) agar diri kita diperusahaan konsisten dengan  
  perusahaan terkait.

- Cari informasi lowongan kerja dari mana saja, terutama dari internet.



Temukan semuanya di Kerja Lowongan, Loker 
Bookmark and Share

Kualitas Pencari Kerja Masih Diragukan

SUDAH menjadi fenomena di negeri ini, setiap digelar seleksi masuk calon pegawai negeri sipil, pencari kerja dipastikan berbondong-bondong mendaftarkan diri. Seperti yang digelar pada Rabu (24/11), sebanyak 4,5 juta pencari kerja ikut seleksi memperebutkan sekitar 204.000 lowongan di berbagai instansi pemerintah. Artinya, dari setiap 22 peserta, hanya satu orang yang diterima.

Sebenarnya bukan hanya menjadi pegawai negeri sipil (PNS) yang diserbu pencari kerja, tetapi juga bursa kerja yang digelar perusahaan di beberapa kota. Bursa kerja biasanya tidak hanya membuka lowongan di dalam negeri, tetapi juga mengisi peluang kerja di luar negeri. Membeludaknya pencari kerja pada setiap kegiatan berkaitan dengan peluang kerja tidak bisa dimungkiri. Sebab, saat ini tercatat ada 40 juta penganggur dan 10 juta jiwa di antaranya berstatus penganggur terbuka. Artinya, sama sekali tidak memiliki pekerjaan atau usaha mandiri.

Angka pengangguran itu pun terus menggunung karena, menurut perkiraan, rata-rata ada 2,5 juta orang setiap tahun masuk ke pasar kerja. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dari angkatan kerja tersebut, hanya 1,5 juta orang yang mendapat pekerjaan.

Sebenarnya lowongan kerja tersedia setiap saat. Ini tercermin dari hampir setiap hari media cetak terbitan lokal memuat sedikitnya puluhan iklan lowongan kerja. Pencari kerja pun rajin memanfaatkan iklan tersebut untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya. "Sudah ada 30 kali saya mengirim lamaran kerja ke berbagai perusahaan yang memasang iklan di surat kabar, tetapi tetap saja keinginan bisa bekerja kandas di tengah jalan. Beberapa kali saya sempat ikut seleksi, setelah itu tidak ada panggilan lagi," kata Julaedi (35), sarjana pertanian lulusan sebuah universitas negeri di Indonesia bagian timur itu.

Pengamalan serupa mungkin dialami pencari kerja pada umumnya sehingga mengirim lamaran kerja melalui surat- menyurat tidak lagi menjadi pilihan. Pencari kerja cenderung menunggu penyelenggaraan bursa kerja di berbagai kota dengan alasan bisa langsung mengetahui perusahaan yang mencari karyawan. "Saya sudah kapok mengirim lamaran kerja melalui kantor pos karena tidak pernah ada panggilan," kata Melda (28), sarjana lulusan sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung, yang sudah dua tahun menganggur.

Menurut Dirjen Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Depnakertrans Kirnadi, dari hasil beberapa kali kegiatan bursa kerja, pencari kerja umumnya tak bisa memenuhi kualifikasi untuk mengisi lowongan. Jadi, dari setiap 10 pencari kerja yang memperebutkan tiga lowongan, hanya dua lowongan yang terisi.

Artinya, kualitas dan keterampilan pencari kerja masih relatif rendah. Tak jarang beberapa perusahaan sama sekali tidak mendapat calon karyawan baru karena semua pelamar tidak memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan. Ada perusahaan otomotif di luar negeri butuh 250 pegawai dan menjaring lewat bursa kerja, ternyata seorang calon pun tak lolos.

Jadi, bukan lowongan yang nihil, tetapi perusahaan memang lebih selektif menjaring calon karyawan. Penyedia kerja bahkan cenderung menerima yang berpengalaman di bidangnya. Kalau sudah begini, angka pengangguran makin sulit ditekan.

Temukan semuanya di Kerja Lowongan, Loker 
Bookmark and Share


Cara Lebih Mudah Mendapatkan Pekerjaan

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan bertemu dengan salah satu kawan kerja saya dahulu. Ibu ini kebetulan bertugas di bidang HRD yang salah satunya adalah melakukan tugas recruitment karyawan.
Disela pembicaraan dia berkata bahwa saat ini untuk mendapatkan pekerjaan maka dari pencari kerja tidak hanya dituntut untuk dapat bekerja keras dan rajin juga harus memiliki suatu kelebihan yang tidak dimiliki oleh kebanyakan pencari kerja lainnya misalnya dari segi kreatifitas.
Kesimpulan saya adalah bahwa seorang pencari kerja saat ini perlu menjadi seseorang yang “berbeda” dari para pencari kerja lainnya sehingga pencari kerja ini akan menjadi “istimewa” dimata si calon boss. Keistimewaan tersebut dapat berupa kreatifitas seperti yang saya sebutkan diatas atau mempunyai keterampilan yang jarang dimiliki oleh orang lain dan masih banyak lagi kemungkinan yang lain.
Beberapa waktu yang lalu saya mendengarkan sebuah talk-show di sebuah radio swasta yang sedang membahas salah satunya adalah tentang bagaimana seseorang dapat memperoleh pekerjaan yang diinginkannya ditengah persaingan yang semakin ketat saat ini. Dari acara yang berdurasi 1 jam ini saya mendapatkan kesimpulan tentang satu cara dimana seorang pencari kerja dapat “menarik” perhatian si pemberi kerja dengan cara yang mungkin jarang dilakukan oleh seorang pencari kerja. Bagaimana caranya?
Begini, seorang pencari kerja dapat bertemu dengan pencari kerja (dengan catatan bahwa pekerjaanya cocok dengan bidangnya) dan sipencari kerja dapat menawarkan suatu “proposal” kepada sipencari kerja. Isi proposal ini adalah bahwa si pencari kerja bersedia bekerja 2-3 bulan (relatif)tanpa mendapatkan gaji. Lho kok aneh? Biasanya orang ingin mendapatkan pekerjaan karena ingin mendapatkan gaji kalau bisa yang besar lagi. Sekarang malah mau kerja gratisan. Tunggu dulu! Sebenarnya ada kelanjutannya dan tidak hanya berhenti sampai disitu. Bila si pemberi kerja “puas” dengan pekerjaan si pencari kerja maka di bulan ke 4 si pencari kerja dapat minta untuk diangkat menjadi pegawai. Untuk memperkuat “perjanjian” ini mungkin dapat dibuatkan semacam surat perjanjian diatas meterai sebelumnya. Bagi si pemberi kerja hal ini tidak ada ruginya karena dia tidak akan “kehilangan” apa-apa.
Bila sipencari kerja bekerja di tempat yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya dan menyenangi bidang tersebut maka saya yakin bila si pencari kerja bekerja dengan sepenuh hati maka si pencari kerja akan mendapatkan pekerjaan yang didambakannya.


Bookmark and Share

Jumat, 26 November 2010

Membuat Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae)

Agar terlihat profesional dan menarik, ada beberapa hal yang hendaknya diperhatikan dalam membuat curriculum vitae (CV):
Gunakan kertas putih polos

CV hendaknya polos tidak menggunakan background image (dasar bergambar).
Status perkawinan

Cantumkan status perkawinan (single, married, atau divorced).
Foto terbaru

Lampirkan pas foto terbaru. Sebaiknya gunakan pas foto berwarna, dan berpakaian resmi (jas lengkap dengan dasi).
Referensi

Bila memungkinkan, cantumkan referensi, yaitu orang yang bisa dihubungi oleh pihak penyeleksi untuk menanyakan hal-hal penting seputar diri anda (biasanya nama atasan dimana anda bekerja sebelumnya).
Pekerjaan yang diinginkan

Selalu cantumkan jenis pekerjaan yang anda inginkan. Jangan menulis bahwa anda siap bekerja dalam posisi apa saja karena akan memberi kesan bahwa anda adalah pekerja serabutan. Tuliskan saja spesialisasi anda.
Format standar surat resmi

Gunakan huruf dengan ukuran dan jenis standar (warna hitam), contohnya font jenis Times New Roman.
Pengalaman kerja

Cantumkan deskripsi singkat tentang pekerjaan anda pada perusahaan sebelumnya (bukan nama perusahaannya) sebanyak-sebanyaknya tiga perusahan terakhir, berikut pangkat dan jabatannya.
Pengalaman lain yang menunjang

Cantumkan pengalaman atau organisasi yang berhubungan dengan spesialisasi anda. Jika anda adalah seorang spesialis bidang kimia, maka pengalaman sebagai juara I lomba melukis atau pejabat ketua senat tidak perlu dicantumkan.
Identitas

Cantumkan identitas anda dengan jelas.


Format resume atau curriculum vitae di setiap negara berbeda-beda. Hal ini tampaknya dipengaruhi oleh budaya, kebiasaan dan pandangan politik di setiap negara yang berbeda-beda pula. Sebagai contoh, untuk resume standar di Amerika Serikat (AS) tidak perlu mencantumkan foto, agama, status perkawinan dan umur, karena hal itu dianggap sangat pribadi.

Perusahaan tidak meminta pencantuman keterangan-keterangan seperti itu karena bisa dianggap melakukan ‘early prejudice’. Di AS perusahaan tidak boleh melakukan diskriminasi dalam penerimaan pegawai, baik diskriminasi atas ras, umur, status maupun agama. Sedangkan di Singapura, kadang dalam resume diminta mencatumkan keterangan ras.


Bookmark and Share

Kamis, 25 November 2010

MENJADI KARYAWAN YANG DIPERHITUNGKAN

Menjadi karyawan yang diperhitungkan dalam perusahaan tentu menimbulkan kebanggaan tersendiri bagi para profesional, termasuk Anda. Namun untuk menjadi orang yang diperhitungkan, tidaklah semudah menyelesaikan pekerjaan Anda sehari-hari.

Kepandaian Anda dalam bekerja ternyata bukanlah satu-satunya jaminan bahwa Anda akan menjadi orang yang diperhitungkan dan berhasil dalam karir. Dibutuhkan strategi yang lebih dari sekedar pintar dan pandai menyelesaikan pekerjaan. Strategi tersebut adalah ‘menonjolkan’ kemampuan Anda. Coba Anda perhatikan, hanya orang-orang yang mampu menunjukkan dan menonjolkan kemampuannya lah yang bisa meraih sukses dalam karir.

Apalagi jika Anda bekerja di perusahaan besar, jika ingin maju? Anda harus pintar-pintar menonjolkan? kemampuan Anda. Karena, semakin besar perusahaan tempat Anda bekerja, umumnya semakin sulit untuk mendapatkan perhatian dari perusahaan. Keberhasilan Anda di unit kerja, seringkali tidak cukup untuk menarik perhatian perusahaan secara khusus. Nah, hanya orang-orang yang menonjollah yang akan mendapat perhatian khusus dari perusahaan.

Untuk menjadi orang yang menonjol dan diperhitungkan caranya jangan hanya mengerjakan tugas-tugas khusus yang diberikan pada Anda. Memang, kadang akan lebih nyaman jika mengerjakan tugas khusus yang itu-itu saja dari hari ke hari. Karena Anda akan terhindar dari beban ekstra dan resiko kegagalan yang lebih berat. Tetapi bila ingin menonjolkan kemampuan, tentu saja sikap semacam ini harus segera dirubah. Untuk itu setiap kali ada kesempatan, jangan sia-siakan. Misalnya mencoba berpartisipasi dalam proyek-proyek khusus atau tugas apa saja yang dipantau langsung oleh pihak manajemen perusahaan, baik yang terlihat maupun tidak.

Kadang perusahaan memiliki proyek atau kegiatan yang belum terjamah? karena tidak ada yang bisa menanganinya, sehingga proyek itu tertunda sampai beberapa lama. Kalau ingin menonjolkan diri, tidak ada salahnya Anda mengajukan diri untuk menangani proyek tersebut. Tentu saja, Anda harus meyakinkan perusahaan bahwa Anda mampu mengerjakan dan menyelesaikan proyek itu. Kemudian Anda harus membuktikan keyakinan Anda dengan menunjukkan hasil kerja yang menggembirakan.

Contoh lainnya, Anda dapat mengusulkan metode atau prosedur kerja yang lebih baik tanpa menunggu perintah dari atasan. Bila telah selesai, jangan ragu untuk menunjukkan atau melaporkan hasil kerja Anda pada atasan atau kepada pihak manajemen. Dengan catatan tetap sesuai dengan prosedur di perusahaan. Jangan lupa untuk memperkuat laporan Anda dengan hasil nyata.

Kerja Lowongan Selanjutnya jangan berhenti untuk mencari dan menerima tanggung jawab yang lebih besar! Konsekuensinya beban kerja Anda memang jadi lebih besar, tetapi beban kerja yang lebih besar tidak selalu berarti pekerjaan semakin banyak. Jumlah tugas Anda bisa jadi tetap sama, hanya bebannya yang lebih berat dari sebelumnya. Sehingga tanggung jawab Anda terhadap pekerjaan itu pun semakin besar. Selain itu jangan berhenti untuk meningkatkan peran dalam kelompok sampai akhirnya Anda dipercaya untuk mengepalai atau memimpin suatu proyek atau pekerjaan.

Bookmark and Share